Latest Entries »


Pergelaran Semarak Wisata Tanjung Setia, Lampung Barat, Minggu (14-12) berbarengan dengan peringatan Hari Nusantara.

31940015323194001919

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Barat Gatot Hudi Utomo mengatakan melalui penggabungan dua kegiatan, yakni Semarak Wisata Tanjung Setia dan Hari Nusantara, oleh Dinas Perikanan dan Kelautan diharapkan akan menambah kemeriahan acara yang puncaknya pada Minggu (14-12). View full article »

Iklan

Lambar akan Bangun Kebun Raya Liwa


Lokasi Pembangunan Kebun Raya Liwa

Lokasi Pembangunan Kebun Raya Liwa

LIWA (Lampost): Rencana Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi, pusat, dan Kebun Raya Bogor dalam rangka membangun Kebun Raya Liwa, saat ini terus dilakukan.

Kepala Dinas Kehutanan Lampung Barat Warsito saat diminta komentar mengatakan tindak lanjut rencana pembangunan Kebun Raya Liwa (KRL) itu, saat ini pihak Kebun Raya Bogor (KRB) tengah mempersiapkan penyemaian bibit. Lokasi penyemaian bibit akan dilaksanakan di sekitar lokasi Hamtebiu. View full article »

Kain Tapis Lampung


tapis-4

Pengertian Tapis Lampung

Kain Tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam (Lampung; “Cucuk”).
Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Sejarah Kain Tapis Lampung

tari-sembah

Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakatLampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang View full article »

Festival Krakatau 2008


tt_7784218661225978567

Festival Krakatau ialah Event tahunan yang merupakan program PEMDA Provinsi Lampung. Acara ini merupakan serangkaian event yang diharapkan akan mencapai antusiasme para pengunjung dengan kunjungan +/- 20.000 wisatawan baik lokal maupun dari luar negeri seperti pada event – event Festival Krakatau sebelumnya yang telah diselenggarakan pada tahun 2007 lalu dan pada tahun 2008 ini puncaknya akan digelar di Krakatoa Nirwana Resort.

Gunung Krakatau dipilih sebagai tempat Festival karena gunung yang berada di tengah – tengah laut itu sangat eksotis dan terkenal keseluruh dunia. Gunung itu telah menjadi ikon Lampung. Bahkan, dinegara – negara Eropa lebih dikenal dibandingkan dengan nama Lampung itu sendiri.

Festival Krakatau melibatkan banyak komunitas masyarakat diantaranya ialah komunitas pencinta dan penyuka Layang – layang, Komunitas Off road, Komunitas Paramotor, Komunitas Jet Ski, Komunitas Diving dan Snorkeling, yang tentunya akan datang dan memeriahkan Festival Krakatau.

Kami yakin dengan terselenggaranya Festival Krakatau ini ditahun 2008 akan menciptakan dampak positif bagi dunia parawisata khususnya di Lampung, melalui festival ini juga diharapkan mampu mengundang minat wisatawan baik domestik maupun luar negeri untuk dapat menikmati wisata Adventure di Krakatau. Krakatoa Nirwana Resort sebagai satu-satunya resort exclusive didaerah Kalianda – Lampung Selatan memberikan dukungan terhadap event tahunan Festival Krakatau dengan menyelenggarakan beberapa event guna mendukung program Visit Lampung 2009 mendatang.

tt_2328451541225978506

Festival Krakatau diadakan dibeberapa tempat, yaitu di Taman Hutan Kota Bandar Lampung, Krakatoa Nirwana Resort di Lampung Selatan dan di sekitar Kepulauan Krakatau (Gunung Krakatau).

Beberapa aktifitas besar yang akan diadakan di Krakatoa Nirwana Resort merupakan salah satu kontribusi terbesar dalam menyukseskan Festival Krakatau XVIII 2008

(Sumber : Krakatoa News Vol. 1 Agustus 2008 – HS)


sumatrasurfimage04-karang-nyimbor

inf-slancar

Tanjung Setia adalah pantai yang terletak 60 km dari Liwa (ibukota Lampung Barat).

sumatrasurfimage081Pantai ini merupakan salah satu pantai yang ada di Krui Lampung Barat dan sangat dikenal dengan ketinggian ombaknya yang menjadi salah satu pantai dengan ombak tertinggi di dunia.

karng-nymbrDengan ketinggian ombaknya yang memiliki tinggi 5 meter dan panjang gelombang 200 meter, maka tak heran jika tidak kurang dari 100.000 orang wisatawan yang berasal dari Australia, Portugal, Belanda dan Jepang selalu berkunjung ke Pamtai ini setiap tahunnya untuk melakukan Surfing.

Jadi, jika anda mempunyai hobby Surfing maka Pantai Tanjung Setia akan menjadi salah satu pilihan yang tepat. di Pantai ini juga telah tersedia Surfing Camp untuk lebih memudahkan para wisatawan yang ingin melakukan Surfing.

By : Artha Dinata AR

Sumber : Dinas Pariwisata Lampung Barat


Dari peninggalan – peninggalan sejarah dan budaya dalam bentuk patung, pahatan dan corak megalitik yang ditemukan di Sumber Jaya, Kenali, dan Batu Brak menunjukkan bahwa suku Lampung berasal dari sebuah Kerajaan yang bertahta di Lereng Gunung Pesagi yang letaknya di daratan Belalau.

Sejak masuknya Agama Islam di Lampung Barat, Kerajaan Sekala Brak diperintahkan oleh 4 orang umpu yang dinamakan Paksi Pak Sekala Brak, yaitu :
1. Umpu Belunguh, menjadi raja di buay Belunguh dengan ibukotanya Tanjung Menang Kenali.
2. Umpu Pernong, menjadi raja di buay Pernong dengan ibukotanya Hanibung. Dan saat ini yang menjadi raja dari Paksi Pak Sekala Brak adalah Pangeran Dalem Edwarsyah Pernong yang merupakan Kapolres Metro Jakarta Barat,

3. Umpu bejalan Di Way, menjadi raja di Buay Bejalan Di Way dengan ibukotanya Puncak Dalam.
4. Umpu Nyerupa, menjadi raja di Buay Nerupa dengan ibukotanya Tapak Siring.

Setelah kerajaan Sekala Brak runtuh, maka Pohom Melasa Kepapang yang di puja Suku Tumi itu ditebang oleh Paksi Pak Sekala Brak, kemudian dibuat Pepadun yaitu tampat duduk/singgasana tempat Paksi Pak Sekala Brak melantik kepala – kepala suku dan meng-Islamkan mereka.

By : Artha Dinata AR

Dituduh maling di sebuah mall


dilarangmemancingYup begitulah kenyataannya. Tragedi ini terjadi saat saya sedang berada di sebuah mall di Bandar lampung, mall kartini (nama gaulnya moca).

Saat itu saya sedang melihat-lihat baju, beberapa saat kemudian muncul sesosok laki-laki berlari-lari sambil menenteng sebuah tas lalu menabrak saya sampai kami semua terjatuh.
Kemudian laki-laki itu bangun dan langsung berlari sementara saya masih duduk tercengang melihat laki-laki tadi yang kebetulan bajunya berwarna hitam persis seperti baju yang saya kenakan saat itu.
Tidak lama muncul seorang ibu-ibu bersama dua orang satpam berlari kearah saya sambil berteriak maling. View full article »


04102008141860410200814197Pesta Sekura adalah sebuah acara di Lampung Barat yang di lakukan pada hari setiap lebaran dan biasanya di mulai dari 2 syawal selama kurang lebih satu minggu..di beberapa desa setiap hari secara bergantian walaupun tidak jarang dalam satu hari ada 2 desa atau lebih secara bersamaan mengadakannya.

Pesta sekura di isi dengan kegiatan panjat pinang, dan tentunya di meriahkan oleh orang-orang yang memakai topeng yang di sebut Sekura.

Ada 2 jenis sekura dalam sebuah Pesta Sekura yaitu

  1. Sekura kamak
  2. Sekura betik

– Sekura kamak adalah sekura yang topengnya lebih unik dan menggunakan peralatan seadanya dan kebanyakan sekura ini peralatan (pakaiannya) agak kotor karena memang sekura jenis inilah yang akan melakukan panjat pinang

– Sekura Betik adalah sekura yang pakaian dan peralatab topengnya lebig bersih dan rapih,pakaian sekura betik sebagian besar adalah dari sarung da beberapa kain.

Nah, foto saya di atas adalah jenis sekura betik.

Tujuan Pesta Sekura ini

Pesta sekura ini di lakukan sebagai wujud kegembiraan atas hasil panen yang melimpah. walaupun saat ini makna kegiatan ini tidak lagi mutlak sebagai wujud kegembiraan atas hasil panen melainkan memang sudah menjadi suatu kebiasaan dan di beberapa desa sudah merupakan agenda tahunan.

Pesta sekura semakin lama semakin kurang diminati

Entah mengapa Pesta sekura dari tahun ke tahun semakin merosot baik pengunjung maupun yang bersekura/bertopeng (orang yang menjadi sekura) semakin menurun.

Tetapi dari yang saya amati selama ini, mulai menurunnya minat terhadap pesta sekura ini pada dasarnya disebabkan jenuhnya masyarakat terhadap acara tersebut.

Sebagian besar dari mereka mengatakan bosan karena hanya itu itu saja yang mereka temui pada pada hari lebaran. Kemudian alasan mengapa masyarakat lampung barat sudah kurang berminat untuk bersekura/bertopeng adalah kebanyakan karena malu.

Yea…

Kurang lebih begitulah penyebabnya.

Menurut saya dari apa yang saya amati berkurangnya minat serta jenuhnya masyarakat lampung barat terhadap kegiatan ini adalah karena kegiatan ini kurang variatif dan kreatif. Selama ini yang tergambar dalam acara ini hanya sekura yang berputar-putar dari ujung ke ujung desa tersebut dan sekura kamak memanjat pohon pinang, dan selalu begitu.

Mengapa kita tidak menciptakan varian varian baru yang tentunya akan lebih meriah dan semakin menonjolkan ciri khas adat dan kebudayaan kebudayaan tersebut ?

Misalnya saja perlombaan menulis Pantun adat seperti Butattah dari desa ke desa yang kemudian di pertunjukkan pada saat acara pesta sekura dan tentunya harus betul betul di garap dengan sungguh sungguh agar varian baru tersebut hanya menjadi pertama dan terakhir.

Memang mudah jika berbicara, akan tetapi asalkan kita punya kemauan yang keras untuk maju saya sangat yakin Tuhan pasti memberikan jalan.

Ada kemauan ada jalan, itulah resikonya.

Itulah mengapa saya dan teman-teman baik yang dari rantau dan teman-teman yang memang berada di lampung barat bersemangat sekali untuk sekura (bertopeng) sperti yang anda lihat di foto di atas

Itu foto kami saat sekura Lebaran kemarin.

Ada yang tau, yang manakah saya pada foto tersebut ??

Jika ada yang tau, Maka tolong kirim email pada saya sekarang juga karena jika anda tau saya pastikan anda adalah salah satu orang yang ada di foto itu.

Ya, Itulah serunya sekura (bertopeng), kami bisa melakukan apa yang ingin kami lakukan tanpa ada yang mengnali kami, kami bisa berjungkir-balik bahkan berteriak seperti orang yang sedang tak punya masalah padahal baru saja kami melihat padahal barusaja kami melihat pacar salah satu teman kami di gandeng orang.

Mak kham sapa lagi ?

Mak ganta kapan lagi ?


by :Artha Dinata AR


logo_pemdaSebelum kita lebih jauh membahas mengenai bahasa lampung yang mulai tersisihkan oleh mordernisasi, Mari saya tuntun anda pada sepenggal peristiwa kecil dari pengalaman saya.

Beberapa waktu yang lalu di lampung barat secara tidak senghaja saya mendengar sebuah dialog antara anak tadi ayahnya yang membuat saya tertarik untuk membahas mengenai bahasan kita kali ini.

Anak: Bak (sebutan Ayah dalam Bahasa Lampung) , nyak main bola di hadap ya ?

Ayah: Jangan!! kamu kan udah mandi nanti kotor lagi ! (jawab Sang ayah menggunakan Bahasa Indonesia)

Anak: Sekhabbok gawoh (Sebentar aja)

Ayah: Ya udah, nanti kalau udah selesai cuci kakinya.

Seketika saya terdiam menyaksikan kondisi yang menurut saya ironis, mengapa?? Karena si ayah adalah orang yang jika harus saya tinjau dari Silsilah keluarga tidak di ragukan lagi keasliannya sebagai orang lampung . Tapi mengapa dia mengajarkan anaknya untuk menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari mereka?, toh nantinya seiring waktu si anak juga akan bisa berbahasa Indonesia .

Lalu kenapa?

Saya tidak tahu secara rinci dan detail mengenai teory ini tapi saya simpulkan bahwa hal ini di sebabkan oleh arus Modernisasi, Mungkin sang ayah tadi akan merasa hebat jika dalam keseharian mereka menggunakan bahasa Indonesia padahal jelas jelas dulu dia diajarkan oleh ayahnya bahasa lampung.

OK saya mengerti bagi mereka orang lampung namun sudah sejak lama berada di rantau, katakan saja di Bandar Lampung….,, itupun tidak sedikit dari mereka yang masih mengajarkan bahasa lampung kepada anak-anaknya, lalu mengapa malah mereka yang memang tinggal di daerah bahkan di pelosok daerah yang memang menggunakan bahasa lampung dalam kesehariannya malah mengajarkan bahasa Indonesia pada anaknya dalam keseharian.

WHY ??

Takut di bilang Kampungan kalau menggunakan bahasa daerah?

Saya sungguh tidak mengerti dengan pola pikir seperti itu, Justru menurut saya orang yang berpola pikir sperti itulah yang Kampungan. Maaf kalau ada yang tersinggung dengan ucapan saya itu. Tetapi jika anda mengerti apa yang saya maksudkan saya rasa perkataan saya itu wajar.

liwaBukan tidak mungkin suatu saat bahasa bahasa daerah di Indonesia termasuk bahasa lampung akan punah karena sudah semakin mengecilnya kesadaran kita akan arti pentingnya sebuah kebudayaan.

Cerita di atas hanyalah sepenggal cerita dari pengalaman pengalaman saya, Masih banyak lagi peristiwa serupa yang saya temui di Lampung Barat, namun rasanya itu sudah cukup untuk memperjelas bahasan kita kali ini.

Jadi marilah bersama-sama kita jaga kelestarian warisan Budaya dari nenek moyang kita sebaik-baiknya.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan,

Mak kham, Sapa lagi ?

Mak ganta, Kapan lagi ?

By: Artha Dinata AR


Kita sering tidak adil pada bumi kita ini. Kita kuras isi perutnya, kita gali tanahnya, kita ambil semua kekayaannya tanpa berpikir bagaimana membalasnya. Kita hanya tahu menggunakan bahan bakar sepuas-puasnya tanpa memikirkan buangan gas kita malah membuat bumi kita makin tua.

Makanya, jangan heran kalau sesekali bumi kita marah juga. Tsunami, gempa bumi, kekeringan, gagal panen, banjir lumpur, banjir bandang, semua itu mungkin tanda-tanda kalau bumi kita protes. Protes kepada manusia yang selalu berdiri paling depan sebagai pendosa, protes kepada manusia yang selalu tampil paling serakah tanpa tahu berterima kasih.

Saat ini bumi kita sedang terancam pemanasan global. Suhu di bawah atmosfir makin meninggi, cuaca makin sulit diprediksi, kemungkinan gagal panen makin tinggi, parahnya lagi es di kutub utara mulai mencair dan airnya siap menenggelamkan kota-kota besar di pinggir laut. Tak perlu menunggu lama, semua efek negatif keserakahan kita itu sudah terpampang di depan mata, nyaris tanpa ampun merenggut semua yang kita sayangi.

Salah bumi kah itu ?. Mungkin tidak..kita-umat manusia-selalu ambil bagian dalam setiap senti kerusakan di bumi ini. Maka jangan salahkan bumi bila dia menggelegak melepaskan amarahnya.

Perlu niat kuat dari kita untuk merubah semua itu dan membalas dosa-dosa kita pada bumi ini. Mungkin efeknya sangat kecil, tapi setidaknya berusahalah memulai dari diri sendiri, dengan harapan akan makin banyak orang yang akan terpengaruh.

Indonesia termasuk dalam jajaran paling atas untuk kategori perusak hutan. Setiap menit, kita kehilangan hutan seluas 6 lapangan bola. Sayangnya para pelaku kejahatan itu akhirnya malah bisa bebas dengan seenaknya sambil mengibaskan segepok duit hasil menjarah paru-paru bumi itu.


Tapi kita juga boleh protes kepada negara-negara di utara dan barat sana. Mereka seenaknya saja menuduh Indonesia sebagai perusak hutan kemudian menugaskan Indonesia untuk menjadi penjaga hutan, sementara mereka terus asyik memproduksi kendaraan-kendaraan penghasil polusi, pelubang ozone.

Kita juga harusnya punya posisi tawar yang tinggi, jangan hanya mau disuruh menjaga hutan tapi di lain pihak jadi korban kapitalisme. Mereka-mereka itu meproduksi kendaraan sebanyak mungkin lalu menjejalkannya ke mulut-mulut kita, bahkan dengan harga yang sangat murah. Di satu sisi mereka mengecam kita, tapi di sisi lain mereka juga yang memaksa kita menghabiskan sampah-sampah kapitalisme mereka. Aneh,

Tapi mungkin kita juga yang bodoh. Mau saja disuruh-suruh bak jongos oleh mereka. Pemerintah kita tak pernah serius membenahi transportasi publik dan kebijakan-kebijakan transportasi lainnya yang bisa menekan jumlah pemakaian kendaraan pribadi.

Coba tengok sekitar kita. Betapa mudahnya memiliki sepeda motor, hanya dengan modal Rp. 250.000,- atau bahkan gratis, sebuah sepeda motor akan menjadi milik kita. Wajar memang, karena bagaimanapun manusia selalu ingin mencari yang lebih hemat dan praktis. Kendaraan umum masih menjadi momok bagi kita. Tak ada transportasi yang bisa menjamin kita tiba di tujuan dengan cepat dan murah. Maka saat itu terjadi, motor pribadi kemudian menjadi pilihan utama.

Tengok juga berapa banyak mall-mall baru yang tumbuh di sekitar kita. Mall-mall yang dilengkapi dengan pendingin ruangan yang ber-freon dan siap menambah besar lubang di atmosfir kita. Bandingkan dengan jumlah pohon yang ditanam, bandingkan dengan penghijauan yang digalakkan. Sama sekali tidak imbang. Makanya jangan heran kalau bumi kita sering marah. Bumi kita mungkin kecewa, pengorbanannya selama ini disia-siakan.

Tak ada pilihan lain memang, kita harus berusaha memulai usaha-usaha menghentikan atau meperlambat pemanasan global. Mungkin bukan untuk kita, tapi setidak-tidaknya anak cucu kita bisa merasakan manfaatnya.

Dalam konteks penyelamatan bumi dari pemanasan global dan berbagai pengrusakan lainnya, saya kembali merasa bangga menjadi fans sebuah band bernama Pearl Jam.
Mereka termasuk jajaran terdepan musisi yang care pada usaha membalas dosa kepada bumi kita. Berbagai macam kegiatan-kegiatan nyata untuk menanggulangi kerusakan pada bumi telah mereka lakukan. Mulai dari mengganti semua truk dan bus tur mereka dengan bus dan truk yang menggunakan bahan bakar biodiesel sampai menyumbangkan ratusan ribu dollar untuk usaha-usaha eksplorasi energi alternatif yang lebih ramah terhadap lingkungan.

Bagaimana dengan kita ?, kita tentu tak perlu menunggu untuk terkenal atau berkuasa dulu sebelum memulai usaha membersihkan bumi dari segala kerusakan bukan ?. Kita bisa memulainya dari yang terkecil sambil berharap usaha kecil itu bisa menjadi usaha besar yang memberi pengaruh besar untuk bumi. Di antaranya mungkin kita bisa mulai mengurangi penggunaan AC yang berlebihan, mengurangi pemakaian kendaraan pribadi atau memakai kendaraan pribadi yang lebih ramah lingkungan dan mungkin kita bisa berusaha menanam setidaknya 1 pohon satu orang di lingkungan kita.
Berani memulai dari sekarang ?.