Asal keturunan KUNING MARGA BELOENGOEH

Bermula diriwayatkan, adapun yang menjadi raja dimasa ini memerintah Negeri Kenali sekarang ialah RANJI PASAI bertempat di Bernasi, Raja ini serta anak rakyatnya memeluk Agama Budha, menyembah patung-patung dan kayu-kayu besar yang diperbuat oleh nenek moyang mereka.

Dimasa ini datang seorang laki-laki bernama UMPU BELUNGUH.Adapun Umpu Belunguh ini ( keterangan dari surat tua yang tertulis dibuku terbuat dari kulit kayu ) datangnya dari Madinah (tanah arab) dan beliau ini sudah pernah ketanah SETAMBUL dan BAGDAT. Dari Madinah beliau ini pergi ke HADRAMAUT, dan dari Hadramaut tidak diketahui bagaimana dan jalan apa maka Umpu Belunguh ini sampai ke Pagar Ruyung (Sumatra Barat).

Maksud perjalanan Umpu Belunguh ini, ialah akan mengembangkan Agama Alloh jaitu Agama Islam. Sesampainya beliau ini di Pagar Ruyung didapatinya orang-orang Pagar Ruyung sudah memeluk Agama Islam. Setelah beberapa lama beliau berdiam di Pagar Ruyung, maka beliau ini meneruskan perjalanan akan mengembangkan agama islam bersama 7 orang hulu balang pemberian raja pagar ruyung akan kawannya.

Mereka ini berjalanlah menyisir pesisir arah Batanghari Musi ( Residen Palembang ) sampai ke satu dusun bernama Liba Hadji ( Residen Palembang). Liba Hadji ini ialah negeri Tua, tempat kedudukan POYANG RAKIAN, yang menjadi raja duduk memerintah dimasa ini.Umpu Belunguh dan hulubalang-hulubalangnya pergi mendapatkan Poyang Rakian dan menceriterakan sebagaimana maksud perjalanannya ialah akan mengembangkan Agama Islam. Poyang Rakian serta rakyat-rakyatnya dimasa ini boleh dibilang sudah memeluk Agama Islam. Beberapa lama Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringnya tinggal di Liba Haji ini dan pada suatu ketika beliau ini mohon izin pada Poyang Rakian akanmeneruskan perjalanan. Maksud beliau ini dikabulkan oleh Poyang Rakian .

Umpu Belunguh bersama hulubalang-hulubalangnya berjalanlah dan sampai pula pada satu dusun jang bernama SUBIK dimarga Ranau sekarang. Beliau tinggal menumpang pada raja yang berkuasa disini ialah UMPU SEHUJAN, Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringya tinggal disini beberapa lamanya serta akan mengembangkan Agama Alloh, tetapi orang-orang yang diam di Subik ini serta rajanya juga sudah memeluk Agama Alloh. dari Umpu Sehujan ini.

Umpu Belunguh dapat keterangan bahwa BERNASI orang-orang serta rajanya belum beragama Islam dan sekarang masih menyembah batang-batang kayu dan Patung-patung. Umpu Belunguh menerangkan maksudnya pada Umpu Sehujan akan meneruskan perjalanan. Oleh karena Umpu Sehujan sangat sayang serta percaya pada Umpu Belunguh, maka Umpu Sehujan ini bermaksud benar akan berangkat bersama-sama dengan Umpu Belunguh. Setelah dicari saat yang baik sebagai kepercayaan raja-raja dimasa ini, maka dikumpulkan beberapa hulubalang-hulubalang Umpu Sehujan serta mereka ini mulai berangkat meneruskan perjalanan menuju arah BERNASI. Mereka – mereka ini sampai di SUKAU, terus ke KEMBAHANG, terus ke HANIBUNG ( Batu Berak ) dan terus ke BERNASI.

Sepanjang perjalanan yang dilalui oleh mereka-mereka ini kebanyakan sudah juga mengenal serta memeluk agama Alloh. Sesampainya mereka ini di Bernasi, maka pergilah Umpu Belunguh serta Umpu Sehujan dan pengiring-pengiringnya mendapatkan serta memperkenalkan diri pada raja yang berkuasa disini, ialah RANJI PASAI (Umpu Sekarmong) sebagai yang telah diceriterakan diawal sekali. Umpu Belunguh dan Umpu Sehujan serta pengiring-pengiringnya memperkenalkan diri sama raja Ranji Pasai, serta tinggal menumpang pada raja ini beberapa lamanya Akan maksud kedatangan Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringnya belumlah diceritakan pada raja ini.

Setelah lama berkenalan Umpu Belunguh memohonkan satu permintaan pada raja Ranji Pasai, akan menjadi tanda mata persahabatan, ialah beliau minta sepotong tanah akan tempatnya mendirikan rumah. Permintaan ini dikabulkan Raja dengansegala senang hati, serta dikasih baginda sepotong tanah bernama SANGAWIKH.

Disinilah Umpu Belunguh serta pengiringnya mendirikan sebuah rumah dengan dibantu oleh rakyat-rakyat raja Ranji Pasai. Setelah rumah itu selesai dan ditunggui oleh Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringnya, maka mulailah Umpu Belunguh menjalankan maksudnya dibantu oleh Umpu Sehujan yang akan mengembangkan agama islam. Mula-mula Umpu Belunguh mengembangkan agama ini ialah pada rakyat-rakyat Raja, dan banyaklah diantara rakyat-rakyat raja Ranji Pasai yang mengikut serta sangat percaya pada agama yang dikembangkan oleh Umpu Belunguh.

Hampir kira-kira setengah rakyat raja Ranji Pasai yang sudah menurut agama Alloh Pada suatu hari Umpu Belunguh pergi mendapatkan raja Ranji Pasai dengan maksud mencoba-coba akan mengislamkan raja ini. Setelah beberapa bersoal jawab dengan raja ini, maka Umpu Belunguh dapat keputusan dari raja Ranji Pasai bahwa beliau ini tiada mau menurut agama Umpu Belunguh, dan raja ini tiada mau mengubah-ubah agama nenek moyangnya dahulu.

Umpu Belunguh ini seorang ulama besar (alim) dan setengah orang mengatakan bahwa beliau ini seorang keramat. Beliau ini tiada mudah putus asa, serta keras kemaun. Beliau minta izin pada raja akan pulang ke rumahnya di Sangawikh. berulang-ulang Umpu Belunguh datang mendapatkan raja dengan maksud akan mengislamkan raja ini, tetapi raja sangat berkeras tiada mau menurut, serta Umpu Belunguh mendapat ancaman dari raja akan diusir dari Sangawikh, dan manakala tiada mau bisa jadi akan diusir dengan kekerasan.

Umpu Belunguh serta Umpu Sehujan dan sekalian rakyat-rakyatnya yang sudah dibawah pengaruhnya, tiada bercemas hati mendengar ancaman dari raja ini, melainkan dengan sabar dijalankan beliau juga maksudnya pada sekalian rakyat-rakyat yang belum mau menurut. Ancaman-ancaman raja pada Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringnya diceriterakan beliau pada Umpu Sehujan dan pada sekalian orang-orang yang sudah mengikutinya.

Mendengar ancaman-ancaman raja ini, maka panaslah hati sekalian rakyat Umpu Belunguh, dan diwaktu ini banyaklah patung-patung dan berhala-berhala yang dirusak oleh rakyat raja yang sudah menurut Umpu Belunguh. Hal ini diketahui raja, dengan sangat murkanya baginda mengumpulkan hulubalang-hulubalang serta rakyat-rakyat akan mengusir Umpu Belunguh dengan pengiring-pengiringnya. Tetapi tatkala diketahui raja bahwa hampir semua rakyatnya sudah ingkar dari padanya dan sudah dibawah pengaruh Umpu Belunguh, maka rajapun masgullah hatinya serta timbullah takut beliau akan mengusir Umpu Belunguh dari Sangawikh.

Oleh karena sangat masgulnya hati raja ini, terhadap Umpu Belunguh, Maka raja ini pindah diistana beliau di JERAMBAI(Bedudu).Setelah diketahui oleh Umpu Belunguh bahwa raja sudah pindah ke Jerambai, maka datanglah Umpu Belunguh mendapatkan raja itu serta akan mengislamkan beliau. Raja ini bukannya mau menurut malahan dengan sangat marahnya diusirnya Umpu Belunguh dari istananya. Umpu Belunguh menceriterakan halnya dari diusir raja itu pada sekalian pengikutnya. Dengan tidak dapat disabarkan lagi, serta dengan kepanasan hati maka berangkatlah sekalian rakyat Umpu Belunguh serta Umpu Sehujan ke Jerambai cukup dengan alat senjatanya dengan maksud akan memerangi raja Ranji Pasai.

Setelah dilihat Raja akan pengikut-pengikut Umpu Belunguh itu datang dengan alat senjatanya, maka raja menyiapkan pula rakyatnya seberapa yang ada akan melawan rakyat Umpu Belunguh. Diwaktu ini terjadilah peperangan antara rakyat raja dengan rakyat Umpu Belunguh. Oleh karena tiada tertahan oleh rakyat raja akan serangan dari rakyat Umpu Belunguh, maka rakyat raja habis lari dan pecah belah, serta raja ini lari pula ke Gunung Pesagi. Akan ceriteranya raja Ranji Pasai ini tiada diketahui lagi, dan kata setengah keterangan orang beliau mati.

Oleh karena Umpu Belunguh telah mendapat kemenangan dalam peperangan ini dan Bernasi tiada beraja lagi, maka Umpu Belunguh dengan rakyat-rakyatnya menduduki Bernasi. Atas kemauan serta pilihan dari sekalian rakyat maka Umpu Belunguh diangkat menjadi Raja di Bernasi. Beliau ini terus juga menjalankan maksudnya mengembangkan agama islam dengan leluasa serta tiada mendapat gangguan-gangguan lagi.
Umpu Belunguh disini tiada beristeri dan tiada pula beranak. Maka diangkat beliau 7 orang kesayangannya menjadi anak, yaitu:

 

  1. BERINGIN MUDA, Asal keturunan Perwatin Tanjung sekarang.
  2. TATAK, Asal keturunan Yakkub Ginting.
  3. TATAU, Asal keturunan Raja Pemuka dusun Gunung Mala.
  4. JAGA, Asal keturunan Batin Tarja Negeri Canda.
  5. KUNING, Asal keturunan Batin Parsi (yang menulis tambo ini).
  6. MANDAN, Asal keturunan Raja Mulia kota karang.
  7. SINDI pr, Asal keturunan Pesirah Kenali.

Masing-masing mereka yang 7 ini ada mempunyai surat-surat serta keterangan -keterangan dari keturunan-keturunan mereka.
Dari ke 7 anak angkatnya Umpu Belunguh ini, maka anaknya yang ke 5 ( kuning ) didudukkan beliau menjadi raja dimasa ini, menggantikan beliau. Setelah kuning duduk menjadi raja, pada suatu hari Umpu Belunguh sedang berjalan-jalan melihat tamasya alam, maka kata setengah riwayat diwaktu itu Umpu Belunguh hilang, kemana perginya wallohualam seorangpun tiada mengetahui.
Umpu Kuning beranak pula 4 orang yaitu:

  1. PEMUKA RAJA ANUM
  2. PENGERAN MANGKUBUMI
  3. KIMAS NGANJAGA BATIN
  4. RADEN MENGUNANG.

Pemuka Raja Anum bersama saudaranya kimas Nganjaga Batin siba di Banten Siba maksudnya ialah akan menghubungkan silaturrahim dan akan minta kebesaran dari Sultan Banten, serta akan menuntut ilmu perkara Agama. Pemuka Raja Anum beroleh kebesaran dari Banten serta mendapat anugrah:

  • 1. Payung Agung
  • 1. Tombak
  • 1. Badju Besi
  • 2. Pinggan
  • 1. Kain Cindi
  • 1. Kain Limar
  • 1. Kendi
  • 1. Kopiah Hulubalang
  • 1. Baju Panjang.

Barang-barang ini setengahnya sudah terbakar bersama rumah saya ( Keterangan-keterangan boleh ditanya sama orang-orang dusun Bumi Agung ). Barang yang masih ada sekarang yaitu ;

  • 1. Pinggan
  • 1. Kain Cindi
  • 1. Kain Limar
  • 1. Kendi
  • 1. Kain Tapis

Barang-barang ini dapat dikeluarkan sewaktu rumah terbakar dulu, sebab tempat menyimpannya dibawah, bukan diatas pagu. Akan saudaranya Pemuka Raja Anum yang turut siba (Kimas Nganjaga Batin) tinggal di Banten tiada pulang, tinggal kampung Cikuning. Sampai pada masa sekarang ini keturunan Beliau itu masih ada di Cikuning ( Banten ) dan orang-orangnya masih berbahasa Lampung.
PEMUKA RAJA ANUM beranakkan SANG HIANG RAJA NUKAH dan menjadi keturunan beliau memegang kendali Kerajaan. Anak kedua PEMUKA BULAN BARA dan Ketiga RADJA DI BANDAR Sang Hiang Raja Nukah beranakkan Pengeran Jaya Kesuma, memerintah kerajaan dimasa ini.

PANGERAN JAYA KUSUMA beranakkan DEPATI BANGSA RAJA, menjadi raja dimasa ini.

DEPATI BANGSA RAJA beranakkan PANGERAN IRO BELUNGUH dan anak kedua HALIWANG DJANTAN, Pangeran Iro Belunguh siba di Banten bersama RADEN HU. Pangeran Iro Blunguh di angkat jadi Pangeran dengan besluit comp inggris tanggal dan nomornya tidak dapat dibaca lagi sebab sudah terlampau tua.Sewaktu siba di Banten Pangeran Iro Belunguh dapat juga kebesaran sebagaimana Pemuka Raja Anum diatas.
Pengeran Iro Belunguh beranakkan RAJA MAHKOTA ALAM, menjadi raja dimasa ini.

Raja Mahkota Alam beranak dua, yang tua menjadi keturunan kerajaan serta memerintah dimasa ini. bernama BATIN SINGA saudaranya yang kedua pr.bernama KANTJA BATIN dan BATIN SINGA beranak tiga yang tua menjadi keturunan kerajaan serta memerintah dimasa ini bernama RADEN NGAIH saudara keduanya bernama KUNCI RIANG dan saudara ketiga Perempuan bernama MAWAI.. RADEN NGAIH juga mempunyai besluit menjadi kria semas pemerintahan inggris tetapi berluit ini turut juga terbakar bersama rumah saya.

RADEN NGAIH beranak KERIA NATAR KESUMA menjadi kria semas pemerintahan inggris dengan besluit ddo 8 juni 1784. Keria Natar Kusuma beranak pula 4 orang yang tua DEPATI PASIRAH menjadi keturunan Raja. Menjadi Pesirah dengan besluit ddo 6 Nopember 1871. Kedua KEMAS ANUM, Ketiga SERIBU BATIN dan keempat KERIA ANUM.

Depati Pesirah beranak 7 orang :

  1. Siti, ibu dari BATIN PARSI (yang menulis tambo)
  2. Radja Pemuka
  3. Teraju Batin
  4. Pagar Alam
  5. Biha pr.
  6. Jisah pr.
  7. Limah pr.

Siti, Ibu dari Batin Parsi beranak 5 orang.
Raja

  1. Batin Parsi -> ada di lamban Pakuon
  2. Djarisah -> sudirman Penengahan.
  3. Simah -> Bahwai
  4. Aboet -> Isa atau serun luas.
  5. Djemudin -> beranak: Hasan yaitu (marhadist, Damanhuri), Slamah yaitu M. Zaili N. tjanda, Minah-> Abas/Sriwati termasuk M. Safi’I Waya, Jemari yaitu Erna, maryama yaitu mak ni berlian terunggakPemuka (saudara ke 2.)
  • Anak Radja Pemuka : dari 3 tiga isterinya
  1. Nur Piah pr.
  • anak dari isteri kedua:
  1. Radidjah -> Bustami talang padang.
  2. Raini-> Baheram/Zuwawi
  3. Halimah-> M. muslim Terunggak
  4. Sa’diah-> M.Tabram
  5. Rabima-> Harun

 

Anak Siti jaitu Batin Parsi, dinikahkan dengan anak tua dari Raja Pemuka yang bernama Nur Piah. Perkawinan yang semacam ini dinamai Pecah Periuk. Pecah Periuk yaitu perkawinan dua anak dari dua orang yang bersaudara kandung.

Batin Parsi beristeri 3 orang,
Yang tua Nur Piah
Kedua Tema
Ketiga Harijah
Masing-masing isteri mempunyai keturunan pula. Demikian asal keturunan Batin Parsi ini, serta keturunan mulai dari Batin Parsi, sampai pada Masa ini tiada diceriterakan sebab tiada ada kepentingannya, melainkan dapat dilihat dari gambar keturunan yang terlampir bersama ini.

Tersusun oleh saya, di Bumi Agung
ddo. 20 Februari 1939. (Batin Parsi)

disalin sesuai dengan aslinya oleh:
Drs.Ec. Ikhwan siraj Belunguh, SH (Keturunan ke 17 ) Tanggal, 28 Maret 2000

SALAH SATU ISI BISLUIT YANG ADA DENGAN HURUF ARAB MELAYU.
Bahwa adalah orang kaya komando memberi pamit penduduk memerintahkan dengan kebesaran serta kemulyaan, maka ia akan tatkala akan memegang teluk lingkaran pulau pisang negeri Bandar kota krui juga adanya syahdan lalunya mepilih orang kaya komando meninggalkan zaman kebaikan disini akan tatkala dahulu seperti kuasa batin khabarnya di gunung selama-lamanya dari kepada orang tuanya memegang kebenaran didalam dusun Bumi Agung ini dianya sekarang datang kemari meminta nama kebesaran demikian sama compeny disini, itupun ditingkatnya lagi dikasih nama seperti “PASIRAH” ialah jadi Karya Natar Kusuma adanya akan tetapi sungguhkan ini ke atas jikalau siapa-siapa orang mehiru-biru tiadalah boleh jadi sebab karena seperti, sesungguhnya dianya digunung belalau, company disini juga yang punya pegangan perintah, kemudian sebaliknya pula jikalau sepatutnya company, kalau kemudian hendaklah ditolong oleh karya kalau boleh dengan bolehnya, pada kemudian hari jua adanya tamatul kalam bil khiri.

1784, Tersurat di dalam bulan juli kepada selapan hari bulan didalam tanah krui.

SATU LAGI
Surat ini dari pada kami Asisten Residen Bengkulu Menerangkan diatas Besar Batin dari Dusun Bumi Agung Marga Belunguh sudah ditetapkan dan dianggkat dalam sungguhan orang tuanya dan dikasih Gelarnya Keria Natar Kusuma serta dikasih perintah kepada sekalian orang yang melihat surat ini diakukan hanya Natar Kusuma itu dan diturut dari perintah-perintahnya seperti ada kepatutan adanya.
Tertulis di Bengkulu kepada 20 Februari 1837.

Oleh : Ikhwan Siraj

http://www.kabarindonesia.com