04102008141860410200814197Pesta Sekura adalah sebuah acara di Lampung Barat yang di lakukan pada hari setiap lebaran dan biasanya di mulai dari 2 syawal selama kurang lebih satu minggu..di beberapa desa setiap hari secara bergantian walaupun tidak jarang dalam satu hari ada 2 desa atau lebih secara bersamaan mengadakannya.

Pesta sekura di isi dengan kegiatan panjat pinang, dan tentunya di meriahkan oleh orang-orang yang memakai topeng yang di sebut Sekura.

Ada 2 jenis sekura dalam sebuah Pesta Sekura yaitu

  1. Sekura kamak
  2. Sekura betik

– Sekura kamak adalah sekura yang topengnya lebih unik dan menggunakan peralatan seadanya dan kebanyakan sekura ini peralatan (pakaiannya) agak kotor karena memang sekura jenis inilah yang akan melakukan panjat pinang

– Sekura Betik adalah sekura yang pakaian dan peralatab topengnya lebig bersih dan rapih,pakaian sekura betik sebagian besar adalah dari sarung da beberapa kain.

Nah, foto saya di atas adalah jenis sekura betik.

Tujuan Pesta Sekura ini

Pesta sekura ini di lakukan sebagai wujud kegembiraan atas hasil panen yang melimpah. walaupun saat ini makna kegiatan ini tidak lagi mutlak sebagai wujud kegembiraan atas hasil panen melainkan memang sudah menjadi suatu kebiasaan dan di beberapa desa sudah merupakan agenda tahunan.

Pesta sekura semakin lama semakin kurang diminati

Entah mengapa Pesta sekura dari tahun ke tahun semakin merosot baik pengunjung maupun yang bersekura/bertopeng (orang yang menjadi sekura) semakin menurun.

Tetapi dari yang saya amati selama ini, mulai menurunnya minat terhadap pesta sekura ini pada dasarnya disebabkan jenuhnya masyarakat terhadap acara tersebut.

Sebagian besar dari mereka mengatakan bosan karena hanya itu itu saja yang mereka temui pada pada hari lebaran. Kemudian alasan mengapa masyarakat lampung barat sudah kurang berminat untuk bersekura/bertopeng adalah kebanyakan karena malu.

Yea…

Kurang lebih begitulah penyebabnya.

Menurut saya dari apa yang saya amati berkurangnya minat serta jenuhnya masyarakat lampung barat terhadap kegiatan ini adalah karena kegiatan ini kurang variatif dan kreatif. Selama ini yang tergambar dalam acara ini hanya sekura yang berputar-putar dari ujung ke ujung desa tersebut dan sekura kamak memanjat pohon pinang, dan selalu begitu.

Mengapa kita tidak menciptakan varian varian baru yang tentunya akan lebih meriah dan semakin menonjolkan ciri khas adat dan kebudayaan kebudayaan tersebut ?

Misalnya saja perlombaan menulis Pantun adat seperti Butattah dari desa ke desa yang kemudian di pertunjukkan pada saat acara pesta sekura dan tentunya harus betul betul di garap dengan sungguh sungguh agar varian baru tersebut hanya menjadi pertama dan terakhir.

Memang mudah jika berbicara, akan tetapi asalkan kita punya kemauan yang keras untuk maju saya sangat yakin Tuhan pasti memberikan jalan.

Ada kemauan ada jalan, itulah resikonya.

Itulah mengapa saya dan teman-teman baik yang dari rantau dan teman-teman yang memang berada di lampung barat bersemangat sekali untuk sekura (bertopeng) sperti yang anda lihat di foto di atas

Itu foto kami saat sekura Lebaran kemarin.

Ada yang tau, yang manakah saya pada foto tersebut ??

Jika ada yang tau, Maka tolong kirim email pada saya sekarang juga karena jika anda tau saya pastikan anda adalah salah satu orang yang ada di foto itu.

Ya, Itulah serunya sekura (bertopeng), kami bisa melakukan apa yang ingin kami lakukan tanpa ada yang mengnali kami, kami bisa berjungkir-balik bahkan berteriak seperti orang yang sedang tak punya masalah padahal baru saja kami melihat padahal barusaja kami melihat pacar salah satu teman kami di gandeng orang.

Mak kham sapa lagi ?

Mak ganta kapan lagi ?


by :Artha Dinata AR