<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mekhanai Liwa Lampung Barat</title>
	<atom:link href="http://arthaliwa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arthaliwa.wordpress.com</link>
	<description>Blog Anak Liwa Lampung Barat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Feb 2011 13:29:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arthaliwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mekhanai Liwa Lampung Barat</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arthaliwa.wordpress.com/osd.xml" title="Mekhanai Liwa Lampung Barat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arthaliwa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sejarah Umpu Belunguh</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/12/18/sejarah-umpu-belunguh/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/12/18/sejarah-umpu-belunguh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 11:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Asal keturunan KUNING MARGA BELOENGOEH Bermula diriwayatkan, adapun yang menjadi raja dimasa ini memerintah Negeri Kenali sekarang ialah RANJI PASAI bertempat di Bernasi, Raja ini serta anak rakyatnya memeluk Agama Budha, menyembah patung-patung dan kayu-kayu besar yang diperbuat oleh nenek moyang mereka. Dimasa ini datang seorang laki-laki bernama UMPU BELUNGUH.Adapun Umpu Belunguh ini ( keterangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=414&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/12/200804040044041.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-416" title="20080404004404" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/12/200804040044041.jpg?w=269&#038;h=437" alt="" width="269" height="437" /></a></p>
<p><strong><strong>Asal keturunan KUNING MARGA BELOENGOEH</strong></strong></p>
<p>Bermula diriwayatkan, adapun yang menjadi raja dimasa ini memerintah Negeri Kenali sekarang ialah <strong>RANJI PASAI</strong> bertempat di Bernasi, Raja ini serta anak rakyatnya memeluk Agama Budha, menyembah patung-patung dan kayu-kayu besar yang diperbuat oleh nenek moyang mereka.</p>
<p>Dimasa ini datang seorang laki-laki bernama <strong>UMPU BELUNGUH</strong>.Adapun Umpu Belunguh ini ( keterangan dari surat tua yang tertulis dibuku terbuat dari kulit kayu ) datangnya dari Madinah (tanah arab) dan beliau ini sudah pernah ketanah <strong>SETAMBUL</strong> dan <strong>BAGDA</strong>T. Dari Madinah beliau ini pergi ke <strong>HADRAMAUT</strong>, dan dari Hadramaut tidak diketahui bagaimana dan jalan apa maka Umpu Belunguh ini sampai ke <strong>Pagar Ruyung (Sumatra Barat).<br />
</strong><br />
Maksud perjalanan Umpu Belunguh ini, ialah akan mengembangkan Agama Alloh jaitu Agama Islam. Sesampainya beliau ini di Pagar Ruyung didapatinya orang-orang Pagar Ruyung sudah memeluk Agama Islam. Setelah beberapa lama beliau berdiam di Pagar Ruyung, maka beliau ini meneruskan perjalanan akan mengembangkan agama islam bersama 7 orang hulu balang pemberian raja pagar ruyung akan kawannya.</p>
<p>Mereka ini berjalanlah menyisir pesisir arah <strong>Batanghari Musi ( Residen Palembang )</strong> sampai ke satu dusun bernama <strong>Liba Hadji ( Residen Palembang).</strong> Liba Hadji ini ialah negeri Tua, tempat kedudukan <strong>POYANG RAKIAN</strong>, yang menjadi raja duduk memerintah dimasa ini.Umpu Belunguh dan hulubalang-hulubalangnya pergi mendapatkan Poyang Rakian dan menceriterakan sebagaimana maksud perjalanannya ialah akan mengembangkan Agama Islam. Poyang Rakian serta rakyat-rakyatnya dimasa ini boleh dibilang sudah memeluk Agama Islam. Beberapa lama Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringnya tinggal di Liba Haji ini dan pada suatu ketika beliau ini mohon izin pada Poyang Rakian akanmeneruskan perjalanan. Maksud beliau ini dikabulkan oleh Poyang Rakian .</p>
<p>Umpu Belunguh bersama hulubalang-hulubalangnya berjalanlah dan sampai pula pada satu dusun jang bernama <strong>SUBIK</strong> dimarga <strong>Ranau</strong> sekarang. Beliau tinggal menumpang pada raja yang berkuasa disini ialah <strong>UMPU SEHUJAN,</strong> Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringya tinggal disini beberapa lamanya serta akan mengembangkan Agama Alloh, tetapi orang-orang yang diam di Subik ini serta rajanya juga sudah memeluk Agama Alloh. dari Umpu Sehujan ini.</p>
<p>Umpu Belunguh dapat keterangan bahwa <strong>BERNASI</strong> orang-orang serta rajanya belum beragama Islam dan sekarang masih menyembah batang-batang kayu dan Patung-patung. Umpu Belunguh menerangkan maksudnya pada Umpu Sehujan akan meneruskan perjalanan. Oleh karena Umpu Sehujan sangat sayang serta percaya pada Umpu Belunguh, maka Umpu Sehujan ini bermaksud benar akan berangkat bersama-sama dengan Umpu Belunguh. Setelah dicari saat yang baik sebagai kepercayaan raja-raja dimasa ini, maka dikumpulkan beberapa hulubalang-hulubalang Umpu Sehujan serta mereka ini mulai berangkat meneruskan perjalanan menuju arah BERNASI. Mereka &#8211; mereka ini sampai di <strong>SUKAU</strong>, terus ke <strong>KEMBAHANG</strong>, terus ke <strong>HANIBUNG ( Batu Berak )</strong> dan terus ke <strong>BERNASI</strong>.</p>
<p>Sepanjang perjalanan yang dilalui oleh mereka-mereka ini kebanyakan sudah juga mengenal serta memeluk agama Alloh. Sesampainya mereka ini di Bernasi, maka pergilah Umpu Belunguh serta Umpu Sehujan dan pengiring-pengiringnya mendapatkan serta memperkenalkan diri pada raja yang berkuasa disini, ialah <strong>RANJI PASAI (Umpu Sekarmong)</strong> sebagai yang telah diceriterakan diawal sekali. Umpu Belunguh dan Umpu Sehujan serta pengiring-pengiringnya memperkenalkan diri sama raja Ranji Pasai, serta tinggal menumpang pada raja ini beberapa lamanya Akan maksud kedatangan Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringnya belumlah diceritakan pada raja ini.</p>
<p>Setelah lama berkenalan Umpu Belunguh memohonkan satu permintaan pada raja Ranji Pasai, akan menjadi tanda mata persahabatan, ialah beliau minta sepotong tanah akan tempatnya mendirikan rumah. Permintaan ini dikabulkan Raja dengansegala senang hati, serta dikasih baginda sepotong tanah bernama <strong>SANGAWIKH</strong>.</p>
<p>Disinilah Umpu Belunguh serta pengiringnya mendirikan sebuah rumah dengan dibantu oleh rakyat-rakyat raja Ranji Pasai. Setelah rumah itu selesai dan ditunggui oleh Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringnya, maka mulailah Umpu Belunguh menjalankan maksudnya dibantu oleh Umpu Sehujan yang akan mengembangkan agama islam. Mula-mula Umpu Belunguh mengembangkan agama ini ialah pada rakyat-rakyat Raja, dan banyaklah diantara rakyat-rakyat raja Ranji Pasai yang mengikut serta sangat percaya pada agama yang dikembangkan oleh Umpu Belunguh.</p>
<p>Hampir kira-kira setengah rakyat raja Ranji Pasai yang sudah menurut agama Alloh Pada suatu hari Umpu Belunguh pergi mendapatkan raja Ranji Pasai dengan maksud mencoba-coba akan mengislamkan raja ini. Setelah beberapa bersoal jawab dengan raja ini, maka Umpu Belunguh dapat keputusan dari raja Ranji Pasai bahwa beliau ini tiada mau menurut agama Umpu Belunguh, dan raja ini tiada mau mengubah-ubah agama nenek moyangnya dahulu.</p>
<p>Umpu Belunguh ini seorang ulama besar (alim) dan setengah orang mengatakan bahwa beliau ini seorang keramat. Beliau ini tiada mudah putus asa, serta keras kemaun. Beliau minta izin pada raja akan pulang ke rumahnya di Sangawikh. berulang-ulang Umpu Belunguh datang mendapatkan raja dengan maksud akan mengislamkan raja ini, tetapi raja sangat berkeras tiada mau menurut, serta Umpu Belunguh mendapat ancaman dari raja akan diusir dari Sangawikh, dan manakala tiada mau bisa jadi akan diusir dengan kekerasan.</p>
<p>Umpu Belunguh serta Umpu Sehujan dan sekalian rakyat-rakyatnya yang sudah dibawah pengaruhnya, tiada bercemas hati mendengar ancaman dari raja ini, melainkan dengan sabar dijalankan beliau juga maksudnya pada sekalian rakyat-rakyat yang belum mau menurut. Ancaman-ancaman raja pada Umpu Belunguh serta pengiring-pengiringnya diceriterakan beliau pada Umpu Sehujan dan pada sekalian orang-orang yang sudah mengikutinya.</p>
<p>Mendengar ancaman-ancaman raja ini, maka panaslah hati sekalian rakyat Umpu Belunguh, dan diwaktu ini banyaklah patung-patung dan berhala-berhala yang dirusak oleh rakyat raja yang sudah menurut Umpu Belunguh. Hal ini diketahui raja, dengan sangat murkanya baginda mengumpulkan hulubalang-hulubalang serta rakyat-rakyat akan mengusir Umpu Belunguh dengan pengiring-pengiringnya. Tetapi tatkala diketahui raja bahwa hampir semua rakyatnya sudah ingkar dari padanya dan sudah dibawah pengaruh Umpu Belunguh, maka rajapun masgullah hatinya serta timbullah takut beliau akan mengusir Umpu Belunguh dari Sangawikh.</p>
<p>Oleh karena sangat masgulnya hati raja ini, terhadap Umpu Belunguh, Maka raja ini pindah diistana beliau di <strong>JERAMBAI(Bedudu)</strong>.Setelah diketahui oleh Umpu Belunguh bahwa raja sudah pindah ke Jerambai, maka datanglah Umpu Belunguh mendapatkan raja itu serta akan mengislamkan beliau. Raja ini bukannya mau menurut malahan dengan sangat marahnya diusirnya Umpu Belunguh dari istananya. Umpu Belunguh menceriterakan halnya dari diusir raja itu pada sekalian pengikutnya. Dengan tidak dapat disabarkan lagi, serta dengan kepanasan hati maka berangkatlah sekalian rakyat Umpu Belunguh serta Umpu Sehujan ke Jerambai cukup dengan alat senjatanya dengan maksud akan memerangi raja Ranji Pasai.</p>
<p>Setelah dilihat Raja akan pengikut-pengikut Umpu Belunguh itu datang dengan alat senjatanya, maka raja menyiapkan pula rakyatnya seberapa yang ada akan melawan rakyat Umpu Belunguh. Diwaktu ini terjadilah peperangan antara rakyat raja dengan rakyat Umpu Belunguh. Oleh karena tiada tertahan oleh rakyat raja akan serangan dari rakyat Umpu Belunguh, maka rakyat raja habis lari dan pecah belah, serta raja ini lari pula ke Gunung Pesagi. Akan ceriteranya raja Ranji Pasai ini tiada diketahui lagi, dan kata setengah keterangan orang beliau mati.</p>
<p>Oleh karena Umpu Belunguh telah mendapat kemenangan dalam peperangan ini dan Bernasi tiada beraja lagi, maka Umpu Belunguh dengan rakyat-rakyatnya menduduki Bernasi. Atas kemauan serta pilihan dari sekalian rakyat maka Umpu Belunguh diangkat menjadi Raja di Bernasi. Beliau ini terus juga menjalankan maksudnya mengembangkan agama islam dengan leluasa serta tiada mendapat gangguan-gangguan lagi.<br />
Umpu Belunguh disini tiada beristeri dan tiada pula beranak. Maka diangkat beliau 7 orang kesayangannya menjadi anak, yaitu:</p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style,Georgia,Times New Roman,Times,serif;"></p>
<ol>
<li>BERINGIN MUDA, Asal keturunan Perwatin Tanjung sekarang.</li>
<li>TATAK, Asal keturunan Yakkub Ginting.</li>
<li>TATAU, Asal keturunan Raja Pemuka dusun Gunung Mala.</li>
<li>JAGA, Asal keturunan Batin Tarja Negeri Canda.</li>
<li>KUNING, Asal keturunan Batin Parsi (yang menulis tambo ini).</li>
<li>MANDAN, Asal keturunan Raja Mulia kota karang.</li>
<li>SINDI pr, Asal keturunan Pesirah Kenali.</li>
</ol>
<p>Masing-masing mereka yang 7 ini ada mempunyai surat-surat serta keterangan -keterangan dari keturunan-keturunan mereka.<br />
Dari ke 7 anak angkatnya Umpu Belunguh ini, maka anaknya yang ke 5 ( kuning ) didudukkan beliau menjadi raja dimasa ini, menggantikan beliau. Setelah kuning duduk menjadi raja, pada suatu hari Umpu Belunguh sedang berjalan-jalan melihat tamasya alam, maka kata setengah riwayat diwaktu itu Umpu Belunguh hilang, kemana perginya wallohualam seorangpun tiada mengetahui.<br />
Umpu Kuning beranak pula 4 orang yaitu:</p>
<ol>
<li>PEMUKA RAJA ANUM</li>
<li>PENGERAN MANGKUBUMI</li>
<li>KIMAS NGANJAGA BATIN</li>
<li>RADEN MENGUNANG.</li>
</ol>
<p>Pemuka Raja Anum bersama saudaranya kimas Nganjaga Batin siba di Banten Siba maksudnya ialah akan menghubungkan silaturrahim dan akan minta kebesaran dari Sultan Banten, serta akan menuntut ilmu perkara Agama. Pemuka Raja Anum beroleh kebesaran dari Banten serta mendapat anugrah:</p>
<ul>
<li>1. Payung Agung</li>
<li>1. Tombak</li>
<li>1. Badju Besi</li>
<li>2. Pinggan</li>
<li>1. Kain Cindi</li>
<li>1. Kain Limar</li>
<li>1. Kendi</li>
<li>1. Kopiah Hulubalang</li>
<li>1. Baju Panjang.</li>
</ul>
<p>Barang-barang ini setengahnya sudah terbakar bersama rumah saya ( Keterangan-keterangan boleh ditanya sama orang-orang dusun Bumi Agung ). Barang yang masih ada sekarang yaitu ;</p>
<ul>
<li>1. Pinggan</li>
<li>1. Kain Cindi</li>
<li>1. Kain Limar</li>
<li>1. Kendi</li>
<li>1. Kain Tapis</li>
</ul>
<p>Barang-barang ini dapat dikeluarkan sewaktu rumah terbakar dulu, sebab tempat menyimpannya dibawah, bukan diatas pagu. Akan saudaranya Pemuka Raja Anum yang turut siba (Kimas Nganjaga Batin) tinggal di Banten tiada pulang, tinggal kampung Cikuning. Sampai pada masa sekarang ini keturunan Beliau itu masih ada di Cikuning ( Banten ) dan orang-orangnya masih berbahasa Lampung.<br />
PEMUKA RAJA ANUM beranakkan SANG HIANG RAJA NUKAH dan menjadi keturunan beliau memegang kendali Kerajaan. Anak kedua PEMUKA BULAN BARA dan Ketiga RADJA DI BANDAR Sang Hiang Raja Nukah beranakkan Pengeran Jaya Kesuma, memerintah kerajaan dimasa ini.</p>
<p>PANGERAN JAYA KUSUMA beranakkan DEPATI BANGSA RAJA, menjadi raja dimasa ini.</p>
<p>DEPATI BANGSA RAJA beranakkan PANGERAN IRO BELUNGUH dan anak kedua HALIWANG DJANTAN, Pangeran Iro Belunguh siba di Banten bersama RADEN HU. Pangeran Iro Blunguh di angkat jadi Pangeran dengan besluit comp inggris tanggal dan nomornya tidak dapat dibaca lagi sebab sudah terlampau tua.Sewaktu siba di Banten Pangeran Iro Belunguh dapat juga kebesaran sebagaimana Pemuka Raja Anum diatas.<br />
Pengeran Iro Belunguh beranakkan RAJA MAHKOTA ALAM, menjadi raja dimasa ini.</p>
<p>Raja Mahkota Alam beranak dua, yang tua menjadi keturunan kerajaan serta memerintah dimasa ini. bernama BATIN SINGA saudaranya yang kedua pr.bernama KANTJA BATIN dan BATIN SINGA beranak tiga yang tua menjadi keturunan kerajaan serta memerintah dimasa ini bernama RADEN NGAIH saudara keduanya bernama KUNCI RIANG dan saudara ketiga Perempuan bernama MAWAI.. RADEN NGAIH juga mempunyai besluit menjadi kria semas pemerintahan inggris tetapi berluit ini turut juga terbakar bersama rumah saya.</p>
<p>RADEN NGAIH beranak KERIA NATAR KESUMA menjadi kria semas pemerintahan inggris dengan besluit ddo 8 juni 1784. Keria Natar Kusuma beranak pula 4 orang yang tua DEPATI PASIRAH menjadi keturunan Raja. Menjadi Pesirah dengan besluit ddo 6 Nopember 1871. Kedua KEMAS ANUM, Ketiga SERIBU BATIN dan keempat KERIA ANUM.</p>
<p>Depati Pesirah beranak 7 orang :</p>
<ol>
<li>Siti, ibu dari BATIN PARSI (yang menulis tambo)</li>
<li>Radja Pemuka</li>
<li>Teraju Batin</li>
<li>Pagar Alam</li>
<li>Biha pr.</li>
<li>Jisah pr.</li>
<li>Limah pr.</li>
</ol>
<p>Siti, Ibu dari Batin Parsi beranak 5 orang.<br />
Raja</p>
<ol>
<li>Batin Parsi -&gt; ada di lamban Pakuon</li>
<li>Djarisah -&gt; sudirman Penengahan.</li>
<li>Simah -&gt; Bahwai</li>
<li>Aboet -&gt; Isa atau serun luas.</li>
<li>Djemudin -&gt; beranak: Hasan yaitu (marhadist, Damanhuri), Slamah yaitu M. Zaili N. tjanda, Minah-&gt; Abas/Sriwati termasuk M. Safi&#8217;I Waya, Jemari yaitu Erna, maryama yaitu mak ni berlian terunggakPemuka (saudara ke 2.)</li>
</ol>
<ul>
<li>Anak Radja Pemuka : dari 3 tiga isterinya</li>
</ul>
<ol>
<li>Nur Piah pr.</li>
</ol>
<ul>
<li>anak dari isteri kedua:</li>
</ul>
<ol>
<li>Radidjah -&gt; Bustami talang padang.</li>
<li>Raini-&gt; Baheram/Zuwawi</li>
<li>Halimah-&gt; M. muslim Terunggak</li>
<li>Sa’diah-&gt; M.Tabram</li>
<li>Rabima-&gt; Harun</li>
</ol>
<p></span></p>
<p>Anak Siti jaitu Batin Parsi, dinikahkan dengan anak tua dari Raja Pemuka yang bernama Nur Piah. Perkawinan yang semacam ini dinamai Pecah Periuk. Pecah Periuk yaitu perkawinan dua anak dari dua orang yang bersaudara kandung.</p>
<p>Batin Parsi beristeri 3 orang,<br />
Yang tua Nur Piah<br />
Kedua Tema<br />
Ketiga Harijah<br />
Masing-masing isteri mempunyai keturunan pula. Demikian asal keturunan Batin Parsi ini, serta keturunan mulai dari Batin Parsi, sampai pada Masa ini tiada diceriterakan sebab tiada ada kepentingannya, melainkan dapat dilihat dari gambar keturunan yang terlampir bersama ini.</p>
<p>Tersusun oleh saya, di Bumi Agung<br />
ddo. 20 Februari 1939. (Batin Parsi)</p>
<p>disalin sesuai dengan aslinya oleh:<br />
Drs.Ec. Ikhwan siraj Belunguh, SH (Keturunan ke 17 ) Tanggal, 28 Maret 2000 <strong></p>
<p>SALAH SATU ISI BISLUIT YANG ADA DENGAN HURUF ARAB MELAYU</strong>.<br />
Bahwa adalah orang kaya komando memberi pamit penduduk memerintahkan dengan kebesaran serta kemulyaan, maka ia akan tatkala akan memegang teluk lingkaran pulau pisang negeri Bandar kota krui juga adanya syahdan lalunya mepilih orang kaya komando meninggalkan zaman kebaikan disini akan tatkala dahulu seperti kuasa batin khabarnya di gunung selama-lamanya dari kepada orang tuanya memegang kebenaran didalam dusun Bumi Agung ini dianya sekarang datang kemari meminta nama kebesaran demikian sama compeny disini, itupun ditingkatnya lagi dikasih nama seperti &#8220;PASIRAH&#8221; ialah jadi Karya Natar Kusuma adanya akan tetapi sungguhkan ini ke atas jikalau siapa-siapa orang mehiru-biru tiadalah boleh jadi sebab karena seperti, sesungguhnya dianya digunung belalau, company disini juga yang punya pegangan perintah, kemudian sebaliknya pula jikalau sepatutnya company, kalau kemudian hendaklah ditolong oleh karya kalau boleh dengan bolehnya, pada kemudian hari jua adanya tamatul kalam bil khiri.</p>
<p>1784, Tersurat di dalam bulan juli kepada selapan hari bulan didalam tanah krui.</p>
<p><strong>SATU LAGI</strong><br />
Surat ini dari pada kami Asisten Residen Bengkulu Menerangkan diatas Besar Batin dari Dusun Bumi Agung Marga Belunguh sudah ditetapkan dan dianggkat dalam sungguhan orang tuanya dan dikasih Gelarnya Keria Natar Kusuma serta dikasih perintah kepada sekalian orang yang melihat surat ini diakukan hanya Natar Kusuma itu dan diturut dari perintah-perintahnya seperti ada kepatutan adanya.<br />
Tertulis di Bengkulu kepada 20 Februari 1837.</p>
<p><em><span style="font-family:Georgia,Times New Roman,Times,serif;color:#818181;"><strong>Oleh : Ikhwan Siraj</strong></span></em></p>
<p>www.kabarindonesia.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=414&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/12/18/sejarah-umpu-belunguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/12/200804040044041.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20080404004404</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sulam Usus Kerajinan Khas Lampung</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/08/28/sulam-usus-kerajinan-khas-lampung/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/08/28/sulam-usus-kerajinan-khas-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 08:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Selain memiliki kain tenun tapis lampung juga memiliki kerajinan sulaman usus. Potensi pasar yang dimiliki sulaman usus sangatlah besar, namun agak sedikit tertinggal karena sulaman yang dibuat dari sutra kecil-kecil tersebut memerlukan waktu yang cukup lama dalam pengerjaanya. Sulaman usus, biasanya, dikerjakan ibu-ibu dan remaja putri. Kerajinan tersebut awalnya diperkenalkan masyarakat asli Lampung dan biasanya digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=394&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-400" title="topi sulam usus" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/ghfg.jpg?w=270&#038;h=203" alt="topi sulam usus" width="270" height="203" />Selain memiliki kain tenun <a href="http://www.lampungcamp.com/lampung/tapis-lampung.html"></a>tapis lampung juga memiliki kerajinan sulaman usus. Potensi pasar yang dimiliki sulaman usus sangatlah besar, namun agak sedikit tertinggal karena sulaman yang dibuat dari sutra kecil-kecil tersebut memerlukan waktu yang cukup lama dalam pengerjaanya.</p>
<p>Sulaman usus, biasanya, dikerjakan ibu-ibu dan remaja putri. Kerajinan tersebut awalnya diperkenalkan masyarakat asli Lampung dan biasanya digunakan untuk pakaian wanita, kemeja pria, hiasan dinding hingga tempat tisu.</p>
<p>Dalam perkembangannya, sulaman model begitu banyak digunakan para desainer sebagai asesoris rancangan. Bahkan, pasarnya sudah termasuk <img class="alignright size-thumbnail wp-image-406" title="id.indonesian-craft.com" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/id-indonesian-craft-com.jpg?w=194&#038;h=200" alt="id.indonesian-craft.com" width="194" height="200" />kelas ekonomi kelas atas. Kelebihannya, selain bentuk dan motifnya klasik, sulaman usus Lampung juga sangat halus. Tak heran bila sulaman itu banyak dicari pedagang, baik untuk pasar dalam negeri maupun mancanegara.</p>
<p>Namun saat ini kerajinan sulaman tersebut semakin sedikit yang menggeluti. Sebab, selain pengerjaannya rumit, membutuhkan kesabaran yang tinggi untuk mengerjakannya. Sebagai contoh, untuk sebuah kebaya memerlukan waktu satu pekan perajutan.</p>
<p><em>Sumber : www.lampungcamp.com</em></p>
<p><em></p>
<p></em></p>
<p><strong>Gubernur Lampung : Persiapkan Hak Paten Sulam Usus</strong></p>
<p><strong></p>
<p></strong></p>
<div id="attachment_408" class="wp-caption alignleft" style="width: 173px"><img class="size-full wp-image-408" title="desainer sulam usus" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/aib.jpg?w=163&#038;h=172" alt="aib-aanibrahim.blogspot.com" width="163" height="172" /><p class="wp-caption-text">aib-aanibrahim.blogspot.com</p></div>
<p>Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengingatkan agar sejumlah dinas terkait untuk segera mematenkan produk kerajinan sulam usus Lampung.</p>
<p>&#8220;Saya perintahkan kepada instansi terkait untuk mematenkan sulam usus sebagai salah satu kerajinan tangan Lampung, jangan sampai provinsi lain, ataupun negara lain, lebih dulu mengakui sebagai hak milik mereka karena mereka sudah mempatenkannya,&#8221; kata Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, di Bandarlampung, Jumat.</p>
<p>Menurut Sjachroedin, pengakuan Hak Kekayaan Intelektual terhadap Sulam Usus sebagai produk asli Lampung, mutlak dilakukan, karena selama ini kerajinan tersebut murni dibuat oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) berbasis ekonomi kerakyatan di provinsi itu.</p>
<p>&#8220;Jangan seperti batik, yang sekarang sudah diakui oleh Malaysia sebagai produk asli mereka,&#8221; kata dia dalam Pembukaan Lampung Expo VIII 2009 di Graha Wangsa, Bandarlampung.</p>
<p>Dia meminta, dinas terkait segera mematenkan dan tidak menunggu waktu lama, karena ketika Sulam Usus dipamerkan atau dipasarkan dalam pasar global, kegiatan saling tiru dan saling klaim pasti terjadi.</p>
<p>&#8220;Maka dari itu, saya tuntut dinas terkait bertindak cepat,&#8221; kata dia.</p>
<p><em>Sumber : Diolah dari http://www.antaranews.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=394&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/08/28/sulam-usus-kerajinan-khas-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/ghfg.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">topi sulam usus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/id-indonesian-craft-com.jpg?w=148" medium="image">
			<media:title type="html">id.indonesian-craft.com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/aib.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">desainer sulam usus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lampung Barat Berbasis Ekosistem</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/08/14/lampung-barat-berbasis-ekosistem/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/08/14/lampung-barat-berbasis-ekosistem/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 02:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[MENILIK berbagai gejala alam yang dapat memicu bencana alam, Kabupaten Lampung Barat yang berada di jalur Bukit Barisan dan berhadapan dengan Samudera Indonesia ada di sentra wilayah bencana. Di wilayah pegunungan berada pada zona patahan Semangka (Sumatra transform pault zone) yang bergerak dengan kecepatan antara 7 dan 14 cm/tahun sesuai dengan gerak sundulan penunjang kerak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=378&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-380" title="Best_Practice_06" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/best_practice_061.jpg?w=290&#038;h=200" alt="Best_Practice_06" width="290" height="200" />MENILIK berbagai gejala alam yang dapat memicu bencana alam, Kabupaten Lampung Barat yang berada di jalur Bukit Barisan dan berhadapan dengan Samudera Indonesia ada di sentra wilayah bencana. Di wilayah pegunungan berada pada zona patahan Semangka (Sumatra transform pault zone) yang bergerak dengan kecepatan antara 7 dan 14 cm/tahun sesuai dengan gerak sundulan penunjang kerak Samudera Indonesia-Australia di Selatan, yang di lokasi lantai samuderanya juga dapat berakibat terjadinya tsunami seperti kasus gempa Nias dan Aceh pada tahun 2004 dan 2005.</p>
<p>Berdasarkan hal tersebut, catatan sejarah gempa Liwa-Suoh telah terjadi pada tahun 1933 dan 1994, yang secara statistik diduga berperiode ulang 60 tahunan.</p>
<p>Di sisi lain, kondisi geomorfologi pegunungan, dataran tinggi, dan dataran rendah-pantai telah menempatkan Lampung Barat sebagai areal tangkapan hujan bagi wilayah kabupaten/kota yang ada di bagian hilirnya. Jika tidak dikonservasi, akan berakibat fatal karena terjadi kelangkaan air baku, air bersih, dan air minum pada musim kemarau dan sebaliknya terjadi banjir pada musim hujan.</p>
<p>Sedangkan di Lampung Barat dengan kondisi tanah dan batuan retas<img class="alignright size-full wp-image-382" title="longsor" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/longsor-w3-binamarga-jateng-go-id.jpg?w=300&#038;h=192" alt="longsor-w3-binamarga-jateng-go-id" width="300" height="192" /> terpatahkan akan mudah terjadi longsor dan gerakan tanah seperti yang sering melanda jalan Bukit Kemuning&#8211;Liwa&#8211;Krui yang rutin terjadi sepanjang tahun.</p>
<p>Secara ekosistem hal ini terdukung dengan keberadaan kawasan yang harus dikonservasi dan dilindungi berupa Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), hutan lindung, dan hutan suaka alam wisata dan marga satwa, termasuk taman laut nasional yang intinya mencapai 76,28%, sehingga hanya tersisa 23,72% yang boleh dibudidayakan untuk kegiatan pertanian, perkebunan, permukiman, pariwisata, dan kegiatan antropojenik lain. Kondisi semacam inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya PAD Lampung Barat yang sampai anggaran 2006 belum bisa mencapai Rp10 miliar.</p>
<p>Dengan mempertimbangkan semua keadaan tersebut, pada tahun 2004 ditetapkan Perda No. 18/2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam berbasis Masyarakat, yang secara nasional merupakan suatu prototipe bagi penyelamatan dan konservasi sumber daya alam yang masih berlingkup lokal, tetapi belum dapat mengatur hubungan antarwilayah.</p>
<p>Untuk itu perlu diangkat ke jenjang lebih tinggi menjadi perda yang ditetapkan di Provinsi Lampung. Pada tahun sama, bulan Juli 2004 keberadaan TNBBS oleh badan PBB (UNESCO) telah ditetapkan sebagai kawasan warisan dunia (world heritage cluster).</p>
<p>Mengingat Lampung Barat mustahil bisa dibangun dari kemampuan ekonomi wilayah sendiri dengan kondisi PAD yang masih rendah dan keterbatasan wilayah untuk kegiatan budi daya, terinspirasi dari model dunia yang berkembang di salah satu negara bagian di Kanada yang dapat hidup dan bertumbuh kembang lewat subsidi silang dari negara bagian yang ada di hilirnya dalam pengamanan sumber daya air bagi kebutuhan hilir.</p>
<p>Model yang sama di Indonesia sebagai kabupaten konservasi ialah Kabupaten Kuningan di Jawa Barat. Kabupaten/Kota Cirebon menyubsidi Kabupaten Kuningan Rp2 miliar/tahun lewat APBD untuk kegiatan konservasi (penyelamatan sumber daya air dan pencegahan bahaya banjir).</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-385" title="P1010175" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/p1010175.jpg?w=300&#038;h=225" alt="P1010175" width="300" height="225" />Sebagai konsekuensi logis dari komitmen kabupaten konservasi Lampung Barat, seluruh kegiatan pembangunan harus berbasis pembangunan konservasi dan daya dukung ekosistem (sumber daya alam dan lingkungan hidup), termasuk keberadaan Lapangan Terbang Pekon Seray, Kawasan Usaha Agroindustri Terpadu (KUAT), Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Kawasan Resor Wisata Terpadu Lombok Ranau, dan Wisata Bahari Tanjung Setia tidak boleh mencederai konsepsi kabupaten konservasi yang telah direncanakan.</p>
<p>Salah satu potensi kekayaan plasma nutfah sesuai dengan arahan kabupaten konservasi ialah pengembangan tanaman hias yang telah dideteksi ratusan genus dan spesies untuk dibudidayakan dalam kegiatan ekspor bunga/tanaman hias yang telah dilakukan atas kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor sejak tahun anggaran 2006 dan akan terus dilanjutkan pada tahun anggaran 2007.</p>
<p>Sudah barang tentu untuk membangkitkan potensi yang luar biasa ini, dibutukan SDM pengelola yang andal untuk menangani semua kegiatan yang telah kami jabarkan di atas agar potensi SDA yang kita miliki memiliki nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Lampung Barat. Sehingga pada TA 2007 telah direncanakan program pendidikan magister manajemen (S-2) bekerja sama dengan IPB untuk bidang: Ketahanan Pangan dan Administrasi Publik yang diikuti aparatus eksekutif, anggota legislatif, dan masyarakat (LSM, PTS, dan perorangan) secara selektif.</p>
<p>Berdasarkan paparan Gubernur Lampung pada saat briefing dengan jajaran aparatus serta masyarakat Lampung Barat, dari lima nilai strategis pengembangan dan pembangunan daerah semua ada di Kabupaten Lampung Barat, sebagian besar unggulan provinsi maupun nasional.</p>
<p>Berkenaan dengan itu, konsepsi penanganan antarwilayah dalam konteks kabupaten konservasi Lampung Barat ini telah diajukan usulan kepada Gubernur segera dapat dirancang perda pembangunan hulu dan hilir, termasuk usulan kepada Menteri Kehutanan untuk mengalokasikan DAK bagi penyelamatan TNBBS termasuk bantuan dunia untuk itu. Semua program mulia tersebut tidak akan berjalan tanpa dukungan rakyat dan sistem kepemimpinan yang peduli, jujur, dan memegang amanah secara bertanggung jawab dan bertanggung gugat.</p>
<p>Dalam waktu dekat sudah ada investor yang akan membangun pabrik pengolahan damar di KUAT (Kawasan Usaha Agroindustri Terpadu) yang akan diekspor langsung ke Dubai. Kini saja sudah ada pasok kebutuhan damar 10 ton dari berbagai kualitas, sehingga dapat menjawab keresahan petani repong damar yang tergabung P2RD, termasuk pengembangan komoditas lain.</p>
<p>Demikian sehingga para petani repong damar yang telah mendapat bantuan bibit damar dari Gubernur sebanyak 400 ribu batang dapat segera meremajakan pohon-pohon damar yang telah tua dan tumbang akibat angin puting beliung beberapa waktu lalu.</p>
<p>Semoga cita-cita luhur Bumi Beguai Jejama Sai Betik untuk membangun masyarakat madani yang sejahtera secara bertahap dapat segera direalisa</p>
<p>* Erwin Nizar T., Mantan Bupati Lampung Barat</p>
<p>Sumber: Lampung Post, Senin, 29 Januari 2007</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=378&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/08/14/lampung-barat-berbasis-ekosistem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/best_practice_061.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Best_Practice_06</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/longsor-w3-binamarga-jateng-go-id.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">longsor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/08/p1010175.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">P1010175</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Damar dan Cara Masyarakat Krui Melestarikan Lingkungan Hidup</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/06/24/damar-dan-cara-masyarakat-krui-melestarikan-lingkungan-hidup/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/06/24/damar-dan-cara-masyarakat-krui-melestarikan-lingkungan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 06:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Fajar mulai menyingsing ketika seorang laki-laki di usia 30-an memanjat Damar Pinus, membawa sebuah keranjang rotan di bahunya. Ia menaiki pohon itu begitu cepat, menggunakan tali dari rotan, dengan hati-hati ia memeriksa setiap potongan pada pohon untuk mendapatkan getahnya. Saat menemukan getah yang mengental, getah yang sudah kering, ia mengambilnya dan menaruh potongan-potongan itu ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=358&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-359" title="dsc_0100update" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/dsc_0100update.jpg?w=212&#038;h=300" alt="dsc_0100update" width="212" height="300" />Fajar mulai menyingsing ketika seorang laki-laki di usia 30-an memanjat Damar Pinus, membawa sebuah keranjang rotan di bahunya. Ia menaiki pohon itu begitu cepat, menggunakan tali dari rotan, dengan hati-hati ia memeriksa setiap potongan pada pohon untuk mendapatkan getahnya. Saat menemukan getah yang mengental, getah yang sudah kering, ia mengambilnya dan menaruh potongan-potongan itu ke dalam keranjang. Aktivitas seperti itu merupakan pemandangan umum di desa Pahmungan, Krui, Lampung Barat.</p>
<p>Bagi masyarakat krui, mengumpulkan getah damar tidak hanya pekerjaan laki-laki tetapi juga untuk perempuan. Damar Pinus (Shorea javanica) telah diolah di Krui sejak ratusan tahun yang lalu. Kawasan alami pohon damar telah dikenal di luar negeri sudah sejak lama. Para penguasa Belanda pada masa penjajahan menggunakannya sebagai bahan baku untuk memproduksi berbagai produk seperti pernis, cat, tinta, kemenyan dan kosmetik sebagaimana yang dijelaskan Oyos Saroso HN.<br />
Hingga kini, masyarakat Krui terus melindungi warisan mereka, nuansa hijau<img class="alignright size-thumbnail wp-image-361" title="panjat damar" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/damar.jpg?w=112&#038;h=150" alt="panjat damar" width="112" height="150" /> pepohonan Damar Pinus mengisi bukit dan peternakan di wilayah pesisir. Masyarakat krui dalam mengelola perkebunan repong damar mempunyai hukum adat untuk melindungi Damar Pinus. Pohon Damar Pinus tidak boleh ditebang dan setiap orang yang melanggar hukum tersebut menerima hukuman dalam bentuk penanaman pohon Damar baru, Bahkan setiap orang yang akan menjadi calon pengantin harus menanam pohon sebelum menikah. Beberapa orang Krui bahkan percaya bahwa mereka dapat berbicara dengan Damar pinus. Selama bertahun-tahun, orang tua di Krui mengatakan  kepada anak-anak mereka, &#8220;jika Anda butuh uang untuk membayar biaya sekolah anak-anak Anda, berbicaralah dengan pohon Damar&#8221;.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-363" title="250px-Repong_damar_010813_kry" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/250px-repong_damar_010813_kry.jpg?w=250&#038;h=162" alt="250px-Repong_damar_010813_kry" width="250" height="162" />Pengamat budaya Lampung Anshori Djausal mengatakan bahwa adat tidak memiliki makna denotative, Itu  jelas merupakan sebuah pesan kepada anak-anak Krui untuk terus menjaga dan melindungi pohon Damar, dan itu telah terbukti berhasil. banyak orang Krui telah sukses dan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi sejak orang tua mereka membudidayakan Damar Pinus. Pohon-pohon adalah sumber utama pendapatan bagi masyarakat Krui. Setiap minggu, para petani mengumpulkan getah dan ketika mereka telah merasa cukup, mereka menjualnya ke pengumpul.</p>
<p>Ancaman terhadap perkebunan repong damar datang  pada saat pembukaan<img class="alignright size-thumbnail wp-image-367" title="3194070665" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/31940706651.jpg?w=150&#038;h=99" alt="3194070665" width="150" height="99" /> perkebunan kelapa sawit yang mengabaikan hukum adat. Pada akhir tahun 1980-an, banyak pohon Damar yang ditebang untuk membuka perkebunan kelapa sawit, dan para penebang liar mencuri kayu Damar Pinus dengan mencampurkannya dengan kayu biasa sehingga polisi tidak menghentikan mereka, karena mereka tidak menyadari para penebang liar telah mencampurnya dengan kayu ilegal Damar pinus. Namun bagaimanapun juga para penduduk desa di desa Pahmungan tetap memegang teguh tradisi mereka dalam melindungi Damar Pinus, puluhan desa lainnya di Lampung Barat juga masih menjunjung tinggi tradisi yang sama.</p>
<p>Husin, seorang penduduk desa Pahmungan berusia 57 tahun, memelihara beberapa pohon Damar di perkebunannya, yang merupakan warisan dari nenek moyang mereka yang telah dimiliki sejak zaman penjajahan Belanda. &#8220;Semakin banyak sesorang memiliki repong Damar, maka semakin tinggi pula status sosial yang dimilikinya,&#8221; ujar Husin. Menurut data dari administrasi Kabupaten Lampung Barat, saat ini terdapat sekitar 17.500 hektar repong damar di daerah, terutama di daerah pesisir, dengan 1,7 juta pohon. Pohon-pohon yang tumbuh terutama oleh masyarakat desa, menghasilkan sekitar 315 ton getah per tahun, yang sebagian besar diekspor ke Bangladesh, India, Italia, Pakistan dan Arab Saudi. Orang-orang krui tidak hanya mengisi perkebunan Pinus mereka dengan pohon Pinus saja, mereka mengkombinasikan dengan pohon buah-buahan seperti durian, langsat dan lain-lain.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-369" title="3194071936" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/3194071936.jpg?w=221&#038;h=300" alt="3194071936" width="221" height="300" />Kurniadi aktivis lingkungan hidup, yang bekerja sama dengan petani repong damar, mengatakan bahwa secara ekologis, keberadaan petani Damar Pinus tradisional memiliki nilai tinggi. Selain sebagai daerah resapan air, repong damar juga berfungsi sebagai daerah penyangga bagi upaya konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.<br />
Pada tahun 1997, Pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru kepada masyarakat krui, atas komitmen mereka terhadap kelestarian Damar Pinus melalui hukum adat.<br />
Kurniadi mengatakan bahwa bagi masyarakat Krui, repong damar lebih dari sebuah sumber pendapatan. &#8220;Ada ikatan yang kuat antara masyarakat Krui dan repong damar, Itu adalah identitas mereka, &#8220;katanya. Peneliti dan aktivis lingkungan hidup mengatakan,  keberlanjutan repong damar di Krui adalah contoh harmoni antara manusia dan alam.</p>
<p>Melestarikan repong damar tidaklah mudah bagi masyarakat Krui. Beberapa diantara merek telah tergoda untuk menjual perkebunannya untuk mendapatkan uang untuk membeli peralatan rumah tangga yang modern.<br />
Zulfaldi, salah satu eksekutif dari Pemilik Asosiasi Repong Damar, mengatakan bahwa tanpa pengawasan, repong damar mungkin akan lenyap. Datangnya budaya modern, suka atau tidak, telah menggoda anak-anak muda di Krui untuk bekerja di kota-kota besar dan industri dan meninggalkan repong damar,&#8221; ujar Zulfaldi. Dia mengatakan bahwa asosiasi ini bekerja sama dengan lembaga penelitian untuk meningkatkan kualitas Damar untuk membantu penambahan harga jualnya. &#8220;Kami sedang berusaha untuk menaikkan harga jual Damar dengan sebuah proses yang dapat memperbaiki kualitas getah yang rendah,&#8221; katanya.<br />
<img class="alignleft size-medium wp-image-371" title="menjual-getah-damar" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/menjual-getah-damar.jpg?w=300&#038;h=225" alt="menjual-getah-damar" width="300" height="225" /> Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2004 oleh Pusat Riset Kehutanan Internasional menunjukkan bahwa dengan harga jual sekitar Rp 4.000 per kg, petani Damar bisa memperoleh sekitar Rp 10 juta setahun. Jumlah itu tidak termasuk dengan hasil panen pohon-pohon lain yang tumbuh diantara perkebunan Damar tersebut. Panen repong damar dapat memberikan pendapatan yang relatif baik.</p>
<p>Nur Alipin, seorang petani Damar berusia 63 tahun di Pahmungan mengatakan, harga tertinggi terjadi pada tahun 1998, getah Damar bisa mencapai harga Rp 8000 per kilogram. Menurutnya, Idealnya harga berdasarkan pertimbangan biaya produksi, harga minimal harusnya Rp 15.000 per kilogram. Jika kalaa itu satu kilogram getah Damar dapat membeli tiga kilogram beras, namun lain halnya sekarang, harga satu kilogramnya bahkan lebih kecil dari harga beras.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=358&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/06/24/damar-dan-cara-masyarakat-krui-melestarikan-lingkungan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/dsc_0100update.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">dsc_0100update</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/damar.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">panjat damar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/250px-repong_damar_010813_kry.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">250px-Repong_damar_010813_kry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/31940706651.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">3194070665</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/3194071936.jpg?w=221" medium="image">
			<media:title type="html">3194071936</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/06/menjual-getah-damar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">menjual-getah-damar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergeseran Nilai Seni Tradisional Muli Mekhanai di Lampung Barat</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/05/26/pergeseran-nilai-seni-tradisional-muli-mekhanai-di-lampung-barat/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/05/26/pergeseran-nilai-seni-tradisional-muli-mekhanai-di-lampung-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 05:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat adat Lampung Barat merupakan masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai nilai adat budaya dan tradisi, Adat budayanya pun sangat khas. Sampai saat ini masih dapat kita jumpai Upacara – upaca Adat seperti Upacara Adat dalam menyambut Tamu Agung, Pengangkatan Raja, Nyambai Agung dan Pernikahan. Diantara bebeberapa Upacara Adat tersebut, yang paling sering kita jumpai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=339&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-341" title="lengger_cilacap_18" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/lengger_cilacap_181.jpg?w=150&#038;h=72" alt="lengger_cilacap_18" width="150" height="72" />Masyarakat adat Lampung Barat merupakan masyarakat yang<span> </span>masih menjunjung tinggi nilai nilai adat budaya dan tradisi, Adat budayanya pun sangat khas. Sampai saat ini masih dapat kita jumpai Upacara – upaca Adat seperti Upacara Adat dalam menyambut Tamu Agung, Pengangkatan Raja, Nyambai Agung dan Pernikahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;" lang="SV"> <img class="alignright size-thumbnail wp-image-342" title="08e" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/08e.jpg?w=150&#038;h=99" alt="08e" width="150" height="99" /></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Diantara bebeberapa Upacara Adat tersebut, yang paling sering kita jumpai adalah Upacara Adat Pernikahan. Dalam hal ini Muda mudi yang dalam bahasa lampung disebut Muli Mekhanai mempunyai peranan sebagai pendukung dan penyemarak kegiatan Upacara Pernikahan tersebut. Terdapat beberapa Tradisi Muli Mekhanai dalam menyemarakkan</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="alignleft size-medium wp-image-352" title="862457_1_392416793l" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/862457_1_392416793l2.jpg?w=212&#038;h=300" alt="862457_1_392416793l" width="212" height="300" />Upacara adat Pernikahan ini salah satunya adalah Tari Selendang/Lempar Selendang, yaitu sebuah tarian menggunakan kain selendang oleh Muli Mekhanai yang diringi oleh musik tradisional Gong dan Rebana. Secara bergantian Muli Mekhanai mencari pasangan hingga terbentuk dua pasangan lalu barulah tarian dimulai, proses pergantian antar Muli Mekhanai satu dengan yang lainnya adalah saat dihentikannya alunan musik ditengah pasangan Muli Mekhanai yang sedang menari lalu mereka masing-masing memilih dan memberikan selendang untuk penari selanjutnya secara berpasangan dan demikian seterusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Namun kini seiring tradisi tersebut berubah dan mengalami pergeseran nilai<img class="alignright size-thumbnail wp-image-353" title="Tari" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/tari-payuang.jpg?w=150&#038;h=114" alt="Tari" width="150" height="114" /> yang cukup mengkhawatirkan. Tari Selendang yang awalnya adalah tarian selendang yang diikuti alunan musik tradisonal, kini berganti menjadi tak ubahnya sebuah Pesta Dugem, alunan musik tradisonal Gong dan Rebana digantikan menjadi alunan yang mereka sebut dengan House Music dari VCD Player dengan speaker yang disetel sekencang-kencangnya, tarinya pun yang awalnya syarat akan nilai seni tradisional mau tidak mau harus mengikuti alunan House Music tadi, yang masih tersisa hanyalah kain selendang yang fungsinya memang masih sama dengan fungsi awal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Ironis dan menghawatirkan memang jika melihat fenomena seperti ini terjadi ditengah-tengah masyarakat lampung barat yang masih memegang teguh nilai nilai keluhuran adat budaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;" lang="SV">Globalisasi Dalam Kesenian Tradisional</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;color:black;" lang="SV"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-345" title="globalisasi" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/globalisasi.jpg?w=150&#038;h=99" alt="globalisasi" width="150" height="99" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa globalisasi merupakan salah satu unsur kuat dan mendasar terhadap terjadinya perubahan dan pergeseran nilai-nilai budaya dan tentunya dalam hal ini kesenian tradisional sebagai salah satu subsistemnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Kalau dahulu di Lampung Barat misalnya hanya ada alat musik gong dan rebana dan belum ada VCD Player maka sekarang sudah ada VCD Player yang lebih canggih, sehingga alat-alat musik tradisional tadi ditinggalkan dan digantikan dengan alat musik yang lebih canggih dan lebih mudah digunakan, Kondisi yang demikian mau tidak mau berpengaruh terhadap kesenian tradisonal kita, Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Sebenarnya perubahan dan pergeseran nilai suatu kebudayaan adalah lumrah adanya, asalkan tidak bergeser terlalu jauh dari sifat dan nilai-nilai aslinya, karena pada dasarnya pun kebudayaan sebagai hasil cipta, rasa, dan karya manusia adalah bergerak secara dinamis. Namun yang terjadi justru berbeda, hampir tidak bisa kita dapati dimana letak nilai-nilai keluhuran budaya pada sebuah pesta Dugem House Music ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi kesenian tradisional yang merupakan cerminan nilai-nilai masyarakat ini, apakah tetap bersikap konservatif dengan lebih menekankan pada nilai originalitasnya (keaslian) atau lebih global dan memahami dan menerima bahwa kebudayaan memang bergerak terus menerus dan mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman terlebih dengan kian derasnya arus globalisasi saat ini. Tentunya cara memandang kesenian tradisional tersebut setiap orang berbeda-beda adanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Namun Hendaknya fenomena ini bisa kita jadikan pelajaran dan acuan kita kedepan mengingat tantangan globalisasi dimasa mendatang akan semakin berat bahkan <span> </span>menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Dan bukan tidak mungkin dimasa mendatang <span> </span>keberadaan dan eksistensi kesenian tradisional dapat dipandang dengan sebelah mata oleh masyarakat, jika dibandingkan dengan kesenian modern yang merupakan imbas dari budaya modern.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Tantangan globalisasi ini sejalan dengan apa yang ungkapkan oleh sosiolog<img class="alignright size-thumbnail wp-image-354" title="globalization_1" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/globalization_11.jpg?w=148&#038;h=150" alt="globalization_1" width="148" height="150" /> asal Kenya Simon Kemoni, mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Tetapi, menurut Simon Kemoni, dalam proses ini, <strong>negara-negara Dunia Ketiga harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. </strong>Dalam rangka ini, berbagai bangsa Dunia Ketiga haruslah mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Dan patut pula kita renungkan pokok-pokok pikiran yang di kemukakan oleh Naisbitt (1988), yaitu semakin kita menjadi universal, maka tindakan kita semakin menjadi kesukuan atau lebih berorientasi ‘kesukuan’ dan berpikir secara lokal, namun bertindak global.  Yang dimaksudkan Naisbitt disini adalah bahwa kita harus berkonsentrasi kepada hal-hal yang bersifat etnis, yang hanya dimiliki oleh kelompok atau masyarakat itu sendiri sebagai modal pengembangan ke dunia Internasional.  Dengan demikian, <strong>berpikir lokal, bertindak global</strong>, seperti yang dikemukakan Naisbitt di atas, dapat diletakkan dan diposisikan pada masalah-masalah kesenian di </span><span lang="EN-US">Indonesia</span><span lang="EN-US"> sebagai kekuatan yang penting dalam  era globalisasi ini. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><strong>Oleh : </strong><strong>Artha Dinata AR</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=339&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/05/26/pergeseran-nilai-seni-tradisional-muli-mekhanai-di-lampung-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/lengger_cilacap_181.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">lengger_cilacap_18</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/08e.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">08e</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/862457_1_392416793l2.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">862457_1_392416793l</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/tari-payuang.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Tari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/globalisasi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">globalisasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/05/globalization_11.jpg?w=148" medium="image">
			<media:title type="html">globalization_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tourism Heritage And Culture In Lampung</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/28/tourism-heritage-and-culture-in-lampung/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/28/tourism-heritage-and-culture-in-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 04:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[LAMPUNG Lampung province is located at the extreme of south of Sumatra is overlooked, over flown by most tourists. In the past it was well known for its marvelous &#8216;tapi&#8217; fabrics, some using real gold thread, and for its pepper. But today, it is the location from ambitious transmigration projects, resettling farmers from over-populated Java. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=327&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-328" title="menara-siger" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/menara-siger.jpg?w=150&#038;h=100" alt="menara-siger" width="150" height="100" />LAMPUNG</strong></p>
<p><strong></strong>Lampung province is located at the extreme of south of Sumatra                  is overlooked, over flown by most tourists. In the past it was                  well known for its marvelous &#8216;tapi&#8217; fabrics, some using real gold                  thread, and for its pepper. But today, it is the location from                  ambitious transmigration projects, resettling farmers from over-populated                  Java. It boasts volcanoes, wildlife reserve, megalithic remain                  and a superb coastline of deep-cut bays and wonderful beaches.                  Its capital is Bandar Lampung, is made up of twin cities that                  is Teluk Betung and Tanjung Karang. Way Kambas Nature Reserve                  is a 130,000 ha area of swamp and lowland forest with wild elephant,                tapir and many other animals.</p>
<p>The name of Lampung province was taken from origin Lampungnese.                  Before<img class="alignright size-thumbnail wp-image-330" title="31940019191" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/31940019191.jpg?w=150&#038;h=93" alt="31940019191" width="150" height="93" /> Indonesia became independent country, a resident led Lampung                  region and the status was as residency area (Residentie lampungche                  districten) with many afdeling (afdeling Teloek betoeng, afdeling                  metroand afdeling kotabumi). The villages/old town with traditional                  living characteristic could be found like sukadana, menggala,                  kenali, liwa, blambangan umpu etc. A part of these town bacame                  the capital of district. In the first of 2000 was 7 millions the                  population of Lampung Province. Among 10 district / town, the                  most population was in central Lampung with 1.901.630 and the                  density population was in Bandar Lampung city, 3.763 soul/km2.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-332" title="tnbbs" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/tnbbs.gif?w=150&#038;h=112" alt="tnbbs" width="150" height="112" />Geographically</strong><br />
Lampung province is located between 3o 45&#8242; and 6o 45&#8242; South Latitude                  and between 103o 40&#8242; and 105o 50&#8242; East Longitude. This province                  is bordered by:<br />
North side: South Sumatra Province<br />
South Side: Sunda Strait<br />
West side: Bengkulu Province<br />
East side: Java Sea</p>
<p><strong>Wide Area</strong><br />
The wide area of Lampung province is 33,307 sq km,<img class="alignright size-medium wp-image-334" title="tari-sembah" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/tari-sembah.jpg?w=171&#038;h=300" alt="tari-sembah" width="171" height="300" /><br />
Administrativelly<br />
Lampung Province is divided among 4 regencies, 1 municipality                  and 1 administrative town with Bandar Lampung as its capital city.</p>
<p><strong>Temperature</strong><br />
The humidity of this province is various between 50% and 86%,                  and the rainfall is ranges between 2,000 and 4,000 mm per year.                  The temperature ranges between 20o C and 34o C.</p>
<p><strong>Demography</strong><br />
The migration flow to Lampung province is supported by the existence                  of heavy plantation, fishery and industry. In 1994, the total                  population of this province was 6,200,306 people, with its average                  density of 196.8 people per Km2. Compared to the average national                  population growth amounted to 2.144% per year, this province was                  on the lower level with 2.12% per year during the 1990-1994 period.                  The projection and composition in 1997 can be seen on the following                  table.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-335" title="pasr-putih" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/pasr-puth.jpg?w=150&#038;h=114" alt="pasr-putih" width="150" height="114" />Population</strong></p>
<p>Lampung society consists of two main groups, respectively has                  special traditional law. They are Peminggir traditional society                  and Pepadun traditional society. Peminggir societies, such as,                  Krui, Ranau, Komering, and Kayu Agung society, live along the                  coast And, Pepadun society, who customarily conservative, such                  as, Abung (Abung Siwo Migo), Pubian (Pubian Telu Suku), Tulang                  Bawang (Migo Pak), Buai Lima (Way Kanan), and Sungkay Bunga Mayang,                  live in the inland.</p>
<p>Source : <em>indonesia-tourism.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=327&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/28/tourism-heritage-and-culture-in-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/menara-siger.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">menara-siger</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/31940019191.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">31940019191</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/tnbbs.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tnbbs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/tari-sembah.jpg?w=171" medium="image">
			<media:title type="html">tari-sembah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/pasr-puth.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pasr-putih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fotografer Indonesia Berkumpul di Lampung Barat</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/13/fotografer-indonesia-berkumpul-di-lampung-barat/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/13/fotografer-indonesia-berkumpul-di-lampung-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 07:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 26  – 29 Maret kemarin Komunitas fotografer se-Indonesia berkumpul di Lampung Barat dalam rangka menyemarakkan kegiatan The Hidden Paradise Exploration and Photo Hunting 2009. Pemilihan lokasi di Lampung Barat, tidak lain karena kekaguman mereka terhadap pesona alam, dan budaya serta arsitektur tradisional rumah panggung Lampung Barat. Koordinator fotografer asal Lampung, Budi Martha, mengatakan banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=296&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Tanggal 26  – 29 Maret kemarin Komunitas fotografer se-Indonesia berkumpul di Lampung Barat dalam rangka menyemarakkan kegiatan The Hidden Paradise Exploration and Photo Hunting 2009.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-full wp-image-297" title="explore surga lambar" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070652.jpg?w=500&#038;h=241" alt="explore surga lambar" width="500" height="241" /><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Pemilihan lokasi di Lampung Barat, tidak lain karena kekaguman mereka terhadap pesona alam, dan budaya serta arsitektur tradisional rumah panggung Lampung Barat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-medium wp-image-298" title="hujung-traditional home" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/hujung-traditi.jpg?w=300&#038;h=200" alt="hujung-traditional home" width="300" height="200" /><br />
Koordinator fotografer asal Lampung, Budi Martha, mengatakan banyak sekali anggota komunitas ini yang berminat setelah membaca dan melihat melalui artikel dan galeri foto di portal fotografer.net yang di-upload beberapa fotografer Lampung, di antaranya Budhi Marta sendiri dan Eka Fendiasapara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> <img class="aligncenter size-medium wp-image-299" title="lamban gedung skala brak" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070646.jpg?w=300&#038;h=225" alt="lamban gedung skala brak" width="300" height="225" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 28 fotografer. Mereka terdiri 22 peserta dari </span><span lang="EN-US">Jakarta</span><span lang="EN-US">, Jawa Timur, Jawa tengah, dan warga Lampung. Selama di Lampung Barat, rombongan ini sebagian besar menginap di rumah panggung tradisional di Pekon Balak, Batu Brak. Lokasi hunting (mencari objek foto) dilaksanakan di Kecamatan Belalau, Batu Brak, Lumbok Ranau, Pahmungan, Pesisir Utara, dan Pesisir Selatan.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><img class="aligncenter size-medium wp-image-302" title="3194070813" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070813.jpg?w=300&#038;h=200" alt="3194070813" width="300" height="200" /><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Dinas Pariwisata Lampung Barat karena diharapkan akan menjadi salah satu sarana promosi yang efektif tentang keindahan Lampung Barat melalui sudut pandang para fotografer </span><span lang="EN-US">Indonesia</span><span lang="EN-US">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-medium wp-image-304" title="3194070655" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070655.jpg?w=300&#038;h=200" alt="3194070655" width="300" height="200" /></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-306" title="31940710861" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/31940710861.jpg?w=300&#038;h=201" alt="31940710861" width="300" height="201" /></p>
<p>Marketing Pesagi Adventure, Arif Nugroho, menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu dukungan untuk Visit Lampung Year 2009.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-307" title="3194071440" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194071440.jpg?w=300&#038;h=191" alt="3194071440" width="300" height="191" /></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-308" title="3194071271" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194071271.jpg?w=300&#038;h=199" alt="3194071271" width="300" height="199" /></p>
<p>Kedatangan para fotografer tersebut diharapkan akan memberikan warna promosi kepariwisataan di Lampung Barat.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-311" title="31940715621" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/31940715621.jpg?w=300&#038;h=199" alt="31940715621" width="300" height="199" /></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-312" title="crikanpiyuh" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/crikanpiyuh.jpg?w=300&#038;h=225" alt="crikanpiyuh" width="300" height="225" /></p>
<p>Menurutnya Fotografer memiliki ketajaman yang lebih untuk melihat atau mengemas keindahan dalam sebuah foto.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Berikut beberapa hasil Foto yang di ambil di Lampung Barat oleh para Fotografer,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-medium wp-image-314" title="lembahbatubrak" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/lembahbatubrak.jpg?w=300&#038;h=199" alt="lembahbatubrak" width="300" height="199" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-medium wp-image-316" title="3194070939" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070939.jpg?w=300&#038;h=199" alt="3194070939" width="300" height="199" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-full wp-image-317" title="3194071665" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194071665.jpg?w=259&#038;h=400" alt="3194071665" width="259" height="400" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-medium wp-image-319" title="3194071826" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194071826.jpg?w=300&#038;h=194" alt="3194071826" width="300" height="194" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-medium wp-image-320" title="3194070675" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070675.jpg?w=300&#038;h=231" alt="3194070675" width="300" height="231" /></span></p>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_322" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-322" title="3194070824" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070824.jpg?w=300&#038;h=199" alt="Rumah makan terapung Lambar" width="300" height="199" /><p class="wp-caption-text">Rumah makan terapung Lambar</p></div>
<div id="attachment_323" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-323" title="3194070707" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070707.jpg?w=300&#038;h=200" alt="warung sate ikan blue marlin krui" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">warung sate ikan blue marlin krui</p></div>
<div id="attachment_324" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-324" title="3194070676" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070676.jpg?w=300&#038;h=199" alt="sunset pantai tembakak.." width="300" height="199" /><p class="wp-caption-text">sunset pantai tembakak..</p></div>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Sumber: Diolah dari <em>Lampung Post, Udo Z Karzi (Ulun Lampung)</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Foto<em> </em>dari <em>Fotografer.net<br />
</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=296&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/13/fotografer-indonesia-berkumpul-di-lampung-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070652.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">explore surga lambar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/hujung-traditi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hujung-traditional home</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070646.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lamban gedung skala brak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070813.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194070813</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070655.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194070655</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/31940710861.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">31940710861</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194071440.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194071440</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194071271.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194071271</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/31940715621.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">31940715621</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/crikanpiyuh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">crikanpiyuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/lembahbatubrak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lembahbatubrak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070939.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194070939</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194071665.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3194071665</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194071826.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194071826</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070675.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194070675</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070824.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194070824</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070707.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194070707</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/3194070676.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194070676</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Festival Teluk Stabas Lampung Barat</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/13/festival-teluk-stabas-lampung-barat/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/13/festival-teluk-stabas-lampung-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 06:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Festival Teluk Stabas adalah even tahunan yang diadakan di Lampung Barat , Nama Teluk Stabas diambil dari salah satu kawasan Teluk di Krui-Lambar yang menjadi tempat berlabuh kapal Belanda dan asing di sana sejak zaman dulu, sehingga terus digunakan namanya karena telah dikenal kalangan dunia internasional. Event ini diselenggarakan bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata Lambar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=275&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><img class="aligncenter size-full wp-image-277" title="Festival Teluk Stabas" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/sakura-budaya1.jpg?w=250&#038;h=161" alt="Festival Teluk Stabas" width="250" height="161" /></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Festival Teluk Stabas adalah even tahunan yang diadakan di Lampung Barat , Nama Teluk Stabas diambil dari salah satu kawasan Teluk di Krui-Lambar yang menjadi tempat berlabuh kapal Belanda dan asing di </span><span lang="EN-US">sana</span><span lang="EN-US"> sejak zaman dulu, sehingga terus digunakan namanya karena telah dikenal kalangan dunia internasional.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-medium wp-image-278" title="img-0801" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/img-0801.jpg?w=300&#038;h=225" alt="img-0801" width="300" height="225" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p>Event ini diselenggarakan bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata Lambar yang sekaligus menjadi objek wisata unggulan daerah Lampung.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Pembukaan acara ini biasanya di mulai dengan atraksi Tari Sekura (topeng) dan gelar budaya dari 17 kecamatan se-Lampung Barat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter size-full wp-image-279" title="suasana_topeng_panjat_pinan2" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/suasana_topeng_panjat_pinan2.jpg?w=252&#038;h=167" alt="suasana_topeng_panjat_pinan2" width="252" height="167" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Di tengah acara juga ada atraksi paramotor di udara sekitar lapangan itu, termasuk kehadiran belasan turis asing yang ikut menari topeng seperti pada Festival Teluk Stabas ke 10 dimana belasan turis asing dari Australia dan Kanada yang sedang melakukan aktifitas surfing di Tanjung Setia ini ikut menari topeng bersama Gubernur Sjachroedin dan Bupati Lambar Erwin Nizar T, beserta pejabat sipil dan TNI di Lampung dan Lambar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> <img class="aligncenter size-full wp-image-280" title="wisata" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/wisata.jpg?w=293&#038;h=180" alt="wisata" width="293" height="180" /></span></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Event ini diisi oleh berbagai kegiatan yaitu :</span></p>
<ul>
<li><span lang="EN-US">Arung Jeram
<p></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-285" title="arungjeram2" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/arungjeram2.jpg?w=128&#038;h=73" alt="arungjeram2" width="128" height="73" /></p>
<ul>
<li>Jelajah Alam</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-288" title="pemandangan-lampung" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/pemandangan-lampung.jpeg?w=128&#038;h=80" alt="pemandangan-lampung" width="128" height="80" /></p>
<ul>
<li> Layang layang</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-291" title="spacer" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/spacer.gif?w=1&#038;h=1" alt="spacer" width="1" height="1" /><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-292" title="layang" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/layang.jpg?w=64&#038;h=96" alt="layang" width="64" height="96" /></p>
<ul>
<li>Atraksi Damar</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-293" title="kebun_damar2" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/kebun_damar2.jpg?w=74&#038;h=96" alt="kebun_damar2" width="74" height="96" /></p>
<ul>
<li><span lang="EN-US">Volley Pantai</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Kebut Gunung Pesagi</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Lomba Pacu Kambing</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Muayak</span></li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-294" title="wisata1" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/wisata1.jpg?w=128&#038;h=78" alt="wisata1" width="128" height="78" /></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Lomba Lagu Pop</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Lomba Tari Kreasi</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Lomba Lagu Daerah</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Lomba Muli Mekhanai</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Olahraga Tradisional Kuda Buta</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Kontes Burung Berkicau</span></li>
</ul>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Upih Ngesot</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Festival Teluk Stabas dilaksanakan sekitar bulan Juli secara rutin setiap tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">* Diolah dari <em>Lampung Post</em>, <em>Radar Lampung</em>, LKBN <em>Antara </em><span>dan <em>Dinas Pariwisata Lampung Barat</em></span></span>, <em>Sumber Foto : www.lampungbarat.go.id </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=275&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/04/13/festival-teluk-stabas-lampung-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/sakura-budaya1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Festival Teluk Stabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/img-0801.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">img-0801</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/suasana_topeng_panjat_pinan2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">suasana_topeng_panjat_pinan2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/wisata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wisata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/arungjeram2.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">arungjeram2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/pemandangan-lampung.jpeg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">pemandangan-lampung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/spacer.gif" medium="image">
			<media:title type="html">spacer</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/layang.jpg?w=64" medium="image">
			<media:title type="html">layang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/kebun_damar2.jpg?w=74" medium="image">
			<media:title type="html">kebun_damar2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/04/wisata1.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">wisata1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suoh Miliki Potensi Wisata Panas Bumi dan Danau</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/03/12/suoh-miliki-potensi-wisata-panas-bumi-dan-danau/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/03/12/suoh-miliki-potensi-wisata-panas-bumi-dan-danau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 10:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat atau sekitar 250 Km dari Bandarlampung memiliki potensi wisata yang cukup bagus berupa panas bumi yang setiap saat airnya mengeluarkan gelembung dan letupan serta empat buah danau berukuran cukup luas. Mantan Camat Suoh, Rusli Rasyid, mengatakan di Bandarlampung, Selasa (12/2), objek wisata itu terletak di Dusun Kalibata, Desa Sukamarga, Kecamatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=258&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p>Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat atau sekitar 250 Km dari Bandarlampung memiliki potensi wisata yang cukup bagus berupa panas bumi yang setiap saat airnya mengeluarkan gelembung dan letupan serta empat buah danau berukuran cukup luas.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-261" title="panas bumi suoh" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/panas-suoh.jpg?w=300&#038;h=225" alt="panas bumi suoh" width="300" height="225" /></p>
<p>Mantan Camat Suoh, Rusli Rasyid, mengatakan di Bandarlampung, Selasa (12/2), objek wisata itu terletak di Dusun Kalibata, Desa Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, pada kedua tempat itu potensi panas bumi dan danau belum dikelola secara baik oleh pemerintah kabupaten setempat untuk dijadikan kawasan wisata.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-262" title="mini-willydozernaikrakit" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/mini-willydozernaikrakit.jpg?w=300&#038;h=225" alt="mini-willydozernaikrakit" width="300" height="225" /></p>
<p>Menurutnya kedua objek wisata itu sangat bagus dan jika dikelola secara baik oleh pemerintah setempat tidak mustahil turis lokal maupun mancanegara akan banyak yang datang untuk melihat keindahan alam di sana.</p>
<p>&#8220;Lokasi panas bumi dan danau berada di bawah pegunungan di sekitar kawasan antara hutan lindung dan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBBS),&#8221; katanya.<img class="aligncenter size-medium wp-image-263" title="phto0021" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/phto0021.jpg?w=300&#038;h=225" alt="phto0021" width="300" height="225" /></p>
<p>Ia menyebutkan ada sekitar belasan lubang berbentuk kolam, baik besar maupun kecil mengeluarkan gelembung air yang sedang mendidih dan mengeluarkan bunyi letupan-letupan kecil serta asap yang membumbung ke udara.</p>
<p>Bau belerangpun di sekitar kolam-kolam itu sangat menyengat hidung. Warga setempat banyak memberikan nama-nama di lokasi panas bumi tersebut seperti Keramikan, Pasirkuning, gunung goyang, dan nama lainnya.</p>
<p>Sementara di lokasi itu juga terdapat empat danau besar yang cukup indah, yakni Danau Asem, Danau Minyak, Danau Belibis, dan Danau Lebar.</p>
<p>Luas masing-masing danau bisa mencapai ratusan hektare, Danau Asem misalnya memiliki luas kurang lebih 160 ha.</p>
<p>Pengunjung objek wisata itu didominasi oleh warga sekitar sisanya dari kabupaten/kota lain serta turis dan peneliti asing.</p>
<p>Rendahnya kunjungan ke tempat itu akibat sarana dan prasarana jalan kurang baik. Jalan menuju kelokasi wisata itu tidak beraspal melainkan berbatu dan tanah merah.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-271" title="menuju suoh" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/suoh.jpg?w=300&#038;h=225" alt="menuju suoh" width="300" height="225" /></p>
<p>&#8220;Kawasan ini masih terisolasi karena infrastrukturnya belum memadai,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu beberapa kalangan juga menilai pemerintah setempat sepertinya kurang peduli dengan objek wisata cukup bagus itu.</p>
<p>&#8220;Objek wisata berupa panas bumi sangat jarang ditemui bahkan di dunia pun sangat sedikit,&#8221; kata Rusli lagi.</p>
<p>Selain itu pemerintah setempat kurang melakukan promosi tentang objek wisata itu, sehingga wajar dunia luar tidak mengetahuinya.</p>
<p>&#8220;Turis asing mengetahui lokasi wisata panas bumi ini dari mulut-ke mulut temannya yang telah mengunjungi tempat itu lebih dahulu,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>PLTP Suoh</strong></p>
<p><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-272" title="medcoenergi_logo" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/medcoenergi_logo.jpg?w=221&#038;h=125" alt="medcoenergi_logo" width="221" height="125" /><br />
</strong></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, menggandeng PT Medco Geothermal Indonesia untuk membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Kecamatan Suoh, Lampung Barat.</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><br />
Potensi panas bumi di Suoh sama sekali belum dimanfaatkan karena keterbatasan dana. Selain menggandeng PT Medco Geothermal Indonesia, Pemerintah Lampung Barat juga melibatkan badan usaha milik daerah yang akan dibentuk.</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><br />
Pembangunan PLTP ini diharapkan dapat meningkatkan pembangunan di Lampung Barat. Apalagi masih banyak daerah di Lampung Barat yang terpencil karena infrastruktur yang kurang baik.</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><br />
<strong>Ramah lingkungan</strong></p>
<p><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-273" title="pltp" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/foto-box-pltp-sibayak.jpg?w=300&#038;h=225" alt="pltp" width="300" height="225" /><br />
</strong></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p>Berbeda dengan PLTP lain di Pulau Jawa dan Sulawesi, PLTP Suoh memiliki sejumlah keunggulan. Lingkungan di sekitar lokasi pembangunan PLTP Suoh masih alami. PLTP ini dapat dijadikan sebagai model pembangkit listrik yang ramah lingkungan.<br />
Meski memiliki bisnis utama di bidang minyak dan gas (migas), kelompok Medco tertarik bergerak di bidang panas bumi. Alasannya, dari 27.000 MW potensi panas bumi di Indonesia, baru sekitar 800 MW atau tiga persen yang dimanfaatkan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p>Sumber: <span style="font-style:italic;">Antara &amp; Kompas<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=258&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/03/12/suoh-miliki-potensi-wisata-panas-bumi-dan-danau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/panas-suoh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">panas bumi suoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/mini-willydozernaikrakit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mini-willydozernaikrakit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/phto0021.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">phto0021</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/suoh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">menuju suoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/medcoenergi_logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">medcoenergi_logo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/03/foto-box-pltp-sibayak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pltp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lampung Barat Gelar Semarak Wisata Tanjung Setia</title>
		<link>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/01/04/lambar-gelar-semarak-wisata-tanjung-setia/</link>
		<comments>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/01/04/lambar-gelar-semarak-wisata-tanjung-setia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 06:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Artha Dinata AR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arthaliwa.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Pergelaran Semarak Wisata Tanjung Setia, Lampung Barat, Minggu (14-12) berbarengan dengan peringatan Hari Nusantara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Barat Gatot Hudi Utomo mengatakan melalui penggabungan dua kegiatan, yakni Semarak Wisata Tanjung Setia dan Hari Nusantara, oleh Dinas Perikanan dan Kelautan diharapkan akan menambah kemeriahan acara yang puncaknya pada Minggu (14-12). Semarak Wisata Pantai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=225&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://arthaliwa.wordpress.com/2009/01/04/lambar-gelar-semarak-wisata-tanjung-setia/"><img src="http://img.youtube.com/vi/T0CN5WwlGgk/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Pergelaran Semarak Wisata Tanjung Setia, Lampung Barat, Minggu (14-12) berbarengan dengan peringatan Hari Nusantara.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-230" title="3194001532" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001532.jpg?w=300&#038;h=195" alt="3194001532" width="300" height="195" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-231" title="3194001919" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001919.jpg?w=300&#038;h=187" alt="3194001919" width="300" height="187" /></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Barat Gatot Hudi Utomo mengatakan melalui penggabungan dua kegiatan, yakni Semarak Wisata Tanjung Setia dan Hari Nusantara, oleh Dinas Perikanan dan Kelautan diharapkan akan menambah kemeriahan acara yang puncaknya pada Minggu (14-12).</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-232" title="3194001922" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001922.jpg?w=300&#038;h=190" alt="3194001922" width="300" height="190" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-233" title="3194001936" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001936.jpg?w=300&#038;h=177" alt="3194001936" width="300" height="177" /></p>
<p>Semarak Wisata Pantai Tanjung Setia menggelar berbagai perlombaan, seperti kebut jukung, renang laut, dan ekshibisi selancar yang akan diikuti</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-234" title="surfer-cilik-tanjung-setia" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/surfer-cilik-tanjung-setia.jpg?w=300&#038;h=204" alt="surfer-cilik-tanjung-setia" width="300" height="204" /></p>
<p>anak-anak Tanjung Setia. Sedangkan kegiatan Hari Nusantara, yakni lomba bersih-bersih pantai, lomba memasak ikan, kebut jukung, dan lomba kelompok nelayan.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-235" title="3194001527" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001527.jpg?w=300&#038;h=226" alt="3194001527" width="300" height="226" /></p>
<p>Pada acara puncak kegiatan yang didukung <em>Lampung Post</em> itu ditampilkan peselancar nasional yang didatangkan dari Pantai Carita, monyet panjat kelapa, atraksi tari-tari tradisional, serta arakan-arakan yang menggunakan gerobak hias dan akan dihiasi dengan belasan putri pantai.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-236" title="3194001930" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001930.jpg?w=300&#038;h=198" alt="3194001930" width="300" height="198" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-237" title="3194001420" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001420.jpg?w=300&#038;h=199" alt="3194001420" width="300" height="199" /></p>
<p>Tahun ini, kata Gatot, turis asing yang berkunjung di Pantai Tanjung Setia mencapai 2.000 orang, dan wisatawan lokal sudah puluhan ribu orang. &#8220;Kegiatan ini sebagai upaya untuk mempromosikannya dengan harapan dari tahun ke tahun yang berkunjung akan bertambah banyak,&#8221; kata dia.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-238" title="3194001938" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001938.jpg?w=300&#038;h=124" alt="3194001938" width="300" height="124" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-240" title="3194001954" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001954.jpg?w=300&#038;h=164" alt="3194001954" width="300" height="164" /></p>
<p>Namun sayangnya acara ini diadakan pada saat musim surfing (Mei-September) telah usai. Hanya surfer lokal saja yang beraksi. Ombak Pantai Tanjung Setia ketinggiannya mencapai 7 meter pada Juni&#8211;Agustus, sedangkan bulan lain tingginya rata-rata 4 meter dengan pecahan ombak sepanjang 200 meter.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-241" title="3194001386" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001386.jpg?w=300&#038;h=199" alt="3194001386" width="300" height="199" /></p>
<p>Segmen yang ditawarkan Pantai Tanjung Setia adalah selancar, <em>sunset</em>, menyelam, budaya lokal, memancing, serta kearifan masyarakat lokal bukan hanya wisatawan asing.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-243" title="31940019391" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/31940019391.jpg?w=300&#038;h=201" alt="31940019391" width="300" height="201" /></p>
<p>Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lambar Natajuddin menjelaskan tujuan pelaksanaan Hari Nusantara adalah untuk</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-245" title="tanjung-setia1" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/tanjung-setia1.jpg?w=189&#038;h=189" alt="tanjung-setia1" width="189" height="189" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-246" title="3194001945" src="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001945.jpg?w=300&#038;h=99" alt="3194001945" width="300" height="99" /></p>
<p>mengembalikan kejayaan Indonesia yang 2/3 luasnya adalah lautan, sehingga diharapkan muncul kesadaran masyarakat tentang bahari termasuk bagaimana menjaganya agar bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arthaliwa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arthaliwa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arthaliwa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arthaliwa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arthaliwa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arthaliwa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arthaliwa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arthaliwa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arthaliwa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arthaliwa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arthaliwa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arthaliwa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arthaliwa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arthaliwa.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arthaliwa.wordpress.com&amp;blog=5371891&amp;post=225&amp;subd=arthaliwa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arthaliwa.wordpress.com/2009/01/04/lambar-gelar-semarak-wisata-tanjung-setia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a237c9f9ec36a7ea7b2050094678a4b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Artha Dinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001532.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001532</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001919.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001919</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001922.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001922</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001936.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001936</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/surfer-cilik-tanjung-setia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">surfer-cilik-tanjung-setia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001527.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001527</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001930.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001930</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001420.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001420</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001938.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001938</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001954.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001954</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001386.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001386</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/31940019391.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">31940019391</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/tanjung-setia1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tanjung-setia1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthaliwa.files.wordpress.com/2009/01/3194001945.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3194001945</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
