Fotografer Indonesia Berkumpul di Lampung Barat
Tanggal 26 – 29 Maret kemarin Komunitas fotografer se-Indonesia berkumpul di Lampung Barat dalam rangka menyemarakkan kegiatan The Hidden Paradise Exploration and Photo Hunting 2009.

Pemilihan lokasi di Lampung Barat, tidak lain karena kekaguman mereka terhadap pesona alam, dan budaya serta arsitektur tradisional rumah panggung Lampung Barat.

Koordinator fotografer asal Lampung, Budi Martha, mengatakan banyak sekali anggota komunitas ini yang berminat setelah membaca dan melihat melalui artikel dan galeri foto di portal fotografer.net yang di-upload beberapa fotografer Lampung, di antaranya Budhi Marta sendiri dan Eka Fendiasapara.

Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 28 fotografer. Mereka terdiri 22 peserta dari Jakarta, Jawa Timur, Jawa tengah, dan warga Lampung. Selama di Lampung Barat, rombongan ini sebagian besar menginap di rumah panggung tradisional di Pekon Balak, Batu Brak. Lokasi hunting (mencari objek foto) dilaksanakan di Kecamatan Belalau, Batu Brak, Lumbok Ranau, Pahmungan, Pesisir Utara, dan Pesisir Selatan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Dinas Pariwisata Lampung Barat karena diharapkan akan menjadi salah satu sarana promosi yang efektif tentang keindahan Lampung Barat melalui sudut pandang para fotografer Indonesia.


Marketing Pesagi Adventure, Arif Nugroho, menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu dukungan untuk Visit Lampung Year 2009.


Kedatangan para fotografer tersebut diharapkan akan memberikan warna promosi kepariwisataan di Lampung Barat.


Menurutnya Fotografer memiliki ketajaman yang lebih untuk melihat atau mengemas keindahan dalam sebuah foto.
Berikut beberapa hasil Foto yang di ambil di Lampung Barat oleh para Fotografer,






Rumah makan terapung Lambar

warung sate ikan blue marlin krui

sunset pantai tembakak..
Sumber: Diolah dari Lampung Post, Udo Z Karzi (Ulun Lampung)
Foto dari Fotografer.net
Festival Teluk Stabas Lampung Barat

Festival Teluk Stabas adalah even tahunan yang diadakan di Lampung Barat , Nama Teluk Stabas diambil dari salah satu kawasan Teluk di Krui-Lambar yang menjadi tempat berlabuh kapal Belanda dan asing di sana sejak zaman dulu, sehingga terus digunakan namanya karena telah dikenal kalangan dunia internasional.

Event ini diselenggarakan bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata Lambar yang sekaligus menjadi objek wisata unggulan daerah Lampung.
Pembukaan acara ini biasanya di mulai dengan atraksi Tari Sekura (topeng) dan gelar budaya dari 17 kecamatan se-Lampung Barat.

Di tengah acara juga ada atraksi paramotor di udara sekitar lapangan itu, termasuk kehadiran belasan turis asing yang ikut menari topeng seperti pada Festival Teluk Stabas ke 10 dimana belasan turis asing dari Australia dan Kanada yang sedang melakukan aktifitas surfing di Tanjung Setia ini ikut menari topeng bersama Gubernur Sjachroedin dan Bupati Lambar Erwin Nizar T, beserta pejabat sipil dan TNI di Lampung dan Lambar.

Event ini diisi oleh berbagai kegiatan yaitu :
- Arung Jeram

- Jelajah Alam

- Layang layang
![]()

- Atraksi Damar

- Volley Pantai
- Kebut Gunung Pesagi
- Lomba Pacu Kambing
- Muayak

- Lomba Lagu Pop
- Lomba Tari Kreasi
- Lomba Lagu Daerah
- Lomba Muli Mekhanai
- Olahraga Tradisional Kuda Buta
- Kontes Burung Berkicau
- Upih Ngesot
Festival Teluk Stabas dilaksanakan sekitar bulan Juli secara rutin setiap tahun.
* Diolah dari Lampung Post, Radar Lampung, LKBN Antara dan Dinas Pariwisata Lampung Barat, Sumber Foto : www.lampungbarat.go.id
-
Arsip
- Desember 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juni 2009 (1)
- Mei 2009 (1)
- April 2009 (3)
- Maret 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (3)
- November 2008 (7)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS







