Mekhanai Liwa Lampung Barat

Blog Anak Liwa Lampung Barat

Asal-usul (Sejarah) Lampung Barat

Dari peninggalan – peninggalan sejarah dan budaya dalam bentuk patung, pahatan dan corak megalitik yang ditemukan di Sumber Jaya, Kenali, dan Batu Brak menunjukkan bahwa suku Lampung berasal dari sebuah Kerajaan yang bertahta di Lereng Gunung Pesagi yang letaknya di daratan Belalau.

Sejak masuknya Agama Islam di Lampung Barat, Kerajaan Sekala Brak diperintahkan oleh 4 orang umpu yang dinamakan Paksi Pak Sekala Brak, yaitu :
1. Umpu Belunguh, menjadi raja di buay Belunguh dengan ibukotanya Tanjung Menang Kenali.
2. Umpu Pernong, menjadi raja di buay Pernong dengan ibukotanya Hanibung. Dan saat ini yang menjadi raja dari Paksi Pak Sekala Brak adalah Pangeran Dalem Edwarsyah Pernong yang merupakan Kapolres Metro Jakarta Barat,
edwardsyah_pernong1

3. Umpu bejalan Di Way, menjadi raja di Buay Bejalan Di Way dengan ibukotanya Puncak Dalam.
4. Umpu Nyerupa, menjadi raja di Buay Nerupa dengan ibukotanya Tapak Siring.

Setelah kerajaan Sekala Brak runtuh, maka Pohom Melasa Kepapang yang di puja Suku Tumi itu ditebang oleh Paksi Pak Sekala Brak, kemudian dibuat Pepadun yaitu tampat duduk/singgasana tempat Paksi Pak Sekala Brak melantik kepala – kepala suku dan meng-Islamkan mereka.

By : Artha Dinata AR

November 21, 2008 - Ditulis oleh Artha Dinata AR | Uncategorized | | & Komentar

& Komentar »

  1. Bagus…

    Cuma, kalo posting info yang mengambil referensi dari sumber coba di cantumkan, diakhir penulisan..

    Sukses…
    maju Lam-Bar…

    Komentar oleh Sandy | Desember 22, 2008 | Balas

  2. siip!!! gw seneng.. lu bkin blog tentang Lampung Barat.. karena kebetulan gw sendiri adalah Orang krui…

    krui sangat berpotensi sebagai kota wisata. pantainya luas, indah dan banyak sekali turis lokal dan luar yang udah dateng ke Krui, dan mereka terkagum-kagum dengan keindahan pantai krui… tapi sayang pemerintah belum terlalu maksimal dalam meningkatkan potensi lampung…

    ayo terus dukung Lampung Barat

    Komentar oleh ado | Januari 19, 2009 | Balas

  3. salam kenal yu puakhi…..

    Komentar oleh pakarpangan | Januari 24, 2009 | Balas

    • salam knal, niku anjak ipa puakhi? sekam anjak sinarwaya.

      Komentar oleh firansyah | September 21, 2009 | Balas

  4. saya sedang riset mengenai sejarah, budaya, atau apapun terkait kabupaten way kanan. informasi yang ada sangat minim sekali. saya ingin merintis studi etnografi way kanan.

    mohon dibantu data-data yang anda punya. dapat dikirim via email.

    salam,
    masmpep.wordpress.com
    febrie_fisip@yahoo.com

    Komentar oleh masmpep | Februari 21, 2009 | Balas

  5. Bagus

    perlu diperbanyak tulisannya

    Komentar oleh dadan | Februari 24, 2009 | Balas

  6. assalam..
    tabik bang..
    sekindua kuliah di jogja asli sanak sukau lambar, januari pesakasa sekindua kliling di lambar nyepok cerita cerita skala brak daleh mendocumentasikon prasasti bunuk tenuar di harakuning, Lamban-lamban Gedung. terus terang bang sekindua prihatin tentang sejarah lampung tanno. gumah nihan masyarakat nekham sai mawek pandai khususni pemudani.
    jak seno sekindua nunggai salah satu sultan paksi pak skala brak (salman parsi / sultan pikulun jayadiningrat) di depok timur, salah satuni silaturahmi, ngedengi cerita-cerita sjarah skala brak, dalem mendokumentasikon tambo-tambo, barang pusaka skala brak. hasil jak pertemuano sikam jadikon sebuah buku judulni Bumi Skala Brak (risalah sejarah lampung) buku seno sikam bagikon jama pemuda Lampung di jogja.
    Sekindua di jogja bergabung delom IKPM LAM-BAR (sbg Ketua) Sikam di jogja Membuat sebuah kajian Pemuda Skala Brak tujuanani nyin dapok mentranfer sjarah lampung baik budayani maupun pariwisata kpd pemuda lampung..
    makasih bang kintu nihan sekindua salah cawa sekindua kilu mahap daleh kilu tawai jak sai mena..

    Komentar oleh pahril | Maret 9, 2009 | Balas

  7. Assallamu’alaikum. Wr. Wb.
    Salam kenal,
    Saya penulis dan sudah menyusun 2 buku bekerjasama dengan Pemda Lampung Tengah. Saat ini, saya tengah melakukan riset di Tulang Bawang. Saya masih banyak kekurangan referensi, terutama Kerajaan Tulang Bawang, yang menurut riwayatnya masih ada hubungannya dengan Kepaksian di Lambar. Tolong diperbanyak tulisannya terutama hubungan Skala Brak dengan Kerajaan Tulang Bawang. Mohon dibantu. Terima kasih. Semoga sukses!

    Komentar oleh Akhmad Sadad | Juni 2, 2009 | Balas

    • bang nyak ga ngilu tulung cekhita ko pai sejarah lampung aguk nyak ji oleh ni nyak mak pandai sejarah lampung…?

      Komentar oleh firansyah | September 21, 2009 | Balas

  8. Bravoo….adik. Coba di lain saat bantu abang ini memperjuangkan dikonservasinya situs-situs megalitik di Lampung Barat yang terancam hancur oleh kaum pemecah batu.

    Komentar oleh Margani, Lampung | Juni 15, 2009 | Balas

  9. bang nyak anjak lampung, nyak lampung pesesekh nyak aga nanya oleh ni, nyak jalma lampung kidang mak pandai sejarah lampung jadi nyak ji ga nanya tentang sejarah lampung. nyak ngilu tulung nihan jalma abang tentang sejarah lampung.

    Komentar oleh firansyah | September 21, 2009 | Balas

  10. bang.nyak ji sanak lampung sai mak pandai cekhita lampung jdi9 nyak ji ga ngilu tulung kni pai nyak ji pandai tentang sejarah lampung….? (anak lampung sinarwaya) (alamsiwa)

    Komentar oleh septarido | September 22, 2009 | Balas


Tinggalkan komentar