Bahasa Lampung ku sayang, Bahasa Lampung ku malang
Sebelum kita lebih jauh membahas mengenai bahasa lampung yang mulai tersisihkan oleh mordernisasi, Mari saya tuntun anda pada sepenggal peristiwa kecil dari pengalaman saya.
Ketika itu saya sedang berkunjung ke rumah salah satu saudara di Lampung Barat dan kebetulan keponakan saya juga ada di rumah karena biasanya setiap saya datang saya jarang dapat bertemu dia. Keponakan saya ini umurnya sekitar 4 Tahun.Dan tibalah sebuah mini dialog antara keponakan tadi dengan ayahnya yang membuat saya tertarik untuk membahas mengenai bahasan kita kali ini.
Anak : Bak (sebutan Ayah dalam Bahasa Lampung) , nyak main bola di hadap ya ?
Ayah : Jangan!! kamu kan udah mandi nanti kotor lagi ! (jawab Sang ayah menggunakan Bahasa Indonesia)
Anak : Sekhabbok gawoh (Sebentar aja)
Ayah : Ya udah, nanti kalau udah selesai cuci kakinya.
Seketika saya terdiam menyaksikan kondisi yang menurut saya ironis, mengapa?? Karena si ayah adalah orang yang jika harus saya tinjau dari Silsilah keluarga tidak di ragukan lagi keasliannya sebagai orang lampung . Tapi mengapa dia mengajarkan anaknya untuk menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari mereka?, toh nantinya seiring waktu si anak juga akan bisa berbahasa Indonesia .
Lalu kenapa?
Saya tidak tahu secara rinci dan detail mengenai teory ini tapi saya simpulkan bahwa hal ini di sebabkan oleh arus Modernisasi, Mungkin sang ayah tadi akan merasa hebat jika dalam keseharian mereka menggunakan bahasa Indonesia padahal jelas jelas dulu dia diajarkan oleh ayahnya bahasa lampung.
OK saya mengerti bagi mereka orang lampung namun sudah sejak lama berada di rantau, katakan saja di Bandar Lampung….,, itupun tidak sedikit dari mereka yang masih mengajarkan bahasa lampung kepada anak-anaknya, lalu mengapa malah mereka yang memang tinggal di daerah bahkan di pelosok daerah yang memang menggunakan bahasa lampung dalam kesehariannya malah mengajarkan bahasa Indonesia pada anaknya dalam keseharian.
WHY ??
Menapi cak khanno ??
Takut di bilang Kampungan kalau menggunakan bahasa daerah?
Saya sungguh tidak mengerti dengan pola pikir seperti itu, Justru menurut saya orang yang berpola pikir sperti itulah yang Kampungan. Maaf kalau ada yang tersinggung dengan ucapan saya itu. Tetapi jika anda mengerti apa yang saya maksudkan saya rasa perkataan saya itu wajar.
Bukan tidak mungkin suatu saat bahasa bahasa daerah di Indonesia termasuk bahasa lampung akan punah karena sudah semakin mengecilnya kesadaran kita akan arti pentingnya sebuah kebudayaan.
Cerita di atas hanyalah sepenggal cerita dari pengalaman pengalaman saya, Masih banyak lagi peristiwa serupa yang saya temui di Lampung Barat,
Namun rasanya itu sudah cukup untuk memperjelas bahasan kita kali ini karena terlalu panjang kalau harus di tulis semua disini, selain akan menyita waktu, saya tidak ingin tulisan saya ini masuk MURI karena terlalu panjang dan menjengkelkan karena terlalu banyak cerita cerita tidak penting di dalamnya.
Jadi marilah bersama-sama kita jaga kelestarian warisan Budaya dari nenek moyang kita sebaik-baiknya.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan,
Mak kham, Sapa lagi ?
Mak ganta, Kapan lagi ?
By: Artha Dinata AR
& Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Agustus 2009 (2)
- Juni 2009 (1)
- Mei 2009 (1)
- April 2009 (3)
- Maret 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (3)
- November 2008 (7)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS








gw sebenrnya lagi nyari bahan tentang bahasa lampung,
ga taunya ketemu blog ini..
tapi bagus juga membahas suatu masalah yang di bawakan secara santai jadi ga ngebosenin.
Bahasa Lampung…..
Hiji ghasa jak delom hati yu …
Nyak sedih ulah api kebudayaan lampung hiji tegini haga lebon !
Awal mulani anjak bahasa, kantu nanti mit adat ni !
Mulani nyak ngeguwai blog sai makai bahasa lampung.. khususni lampung api pubiyan…. kidang nyak mak ngedok bakat sastra, jadi pagun cutik postinganni ! Apilagi ganta lagi sibuk di kampus !
Ulah api ulun lampung liyom yu makai bahasa ni pesai…
Aaagh.. keciwa mak nyelesaikon masalah……
Nyak kilu mahap di kuti unyinni kik usahaku ganta ji ampai nyuba ngeguwai blog delom bhs lampung. !
Gegoh Prabu….,,
Nyak temon miris ki ngeliak kondisi budaya kham ji tanno….
Mula na kham selaku generasi muda ni musti lebih peka khik peduli jama keadaan sekitar kham.
Memang blog ku ji mak sepenuh na pakai Bahasa Lampung
mana nyak haga nakhik pengunjung sai jak lampung kidang mak pandai bahasa lampung jadi dapok ngekhatti posting posting ku…..,,
Kidang kanah nyak haga cuba posting artikel pakai Bahasa Lampung munih nyin ciri khas lampung ni tetop uwat…,,
Tekhima kasih yu Prabu atas kunjunganmu di blog ku.
allow…
wah,,,,menarik juga blog anda ini.
sebagai orang lampung gw turut prihatin deh sama kondisi adat n budaya lampung yg mulai luntur.
salam kenal yaa..
Salam kenal jak Bekasi,nyak ku asal jak Krui, Kamp.Baru alumni SMA Rawas th 1991. Sekam termasuk keturunan Pangeran adipati cakranegara/Ahmad Fikulun terus tuyuk Hasbi ,tamong Syirat,jadi maksudku nyak ngerasa prihatin sanak tano adu ngerasa meliyom kik cawa lampung di rantau,kuharap minak muari aga ngejaga kebudayaan ram wslm
“Memang blog ku ji mak sepenuh na pakai Bahasa Lampung
mana nyak haga nakhik pengunjung sai jak lampung kidang mak pandai bahasa lampung jadi dapok ngekhatti posting posting ku…..,,”
Helau munih strategimu !
Hia…,,
saya juga orang lampung barat lho..,,
saya dari way mengaku liwa….,,
Sedih juga ya klo sekarang banyak orang yang sudah malu berbahasa daerah…
Aslkm. Nyak aga belajar nyani blog,kintu puari dacok ngeni informasi, sebab ni nyak aga nyani artikel kebudayaan lampung wslm
Salam kenal jama Hetti Pahzi….
Ya tentu Dacok, api sai dacok ku tulung…dengan senang hati nyak haga nulung ni…
allow
Saya tertarik dengan blok anda. saya ingin sekali belajar bahasa lampung karena suami saya asli lampung barat batubrak kecamatan liwa. kami dah menikah 2 tahun tapi sampai saat ini saya belum pernah ke lampung barat apalagi tau bahasanya kalo suami nelpon keluarga lampung saya gak ngerti artinya. Gimana saya bisa belajar bahasa lampung?
tolong bantu saya
terima kasih
Ibu tinggal dimana?
Kalau ibu tinggal di Batu Brak, saya yakin lama kelamaan ibu pasti bisa Berbahasa Lampung dengan sendirinya…
Tapi kalau ibu bukan tinggal disana, wah..ibu harus belajar dulu..he..he..
Ibu sampai sekarang sama sekali belum bisa Bahasa Lampung?
Halo salam kenal.
Nyak haga usul, kidang bahasa Indonesia pai yu.
Bahasa, adalah tempat di mana banyak “tanda” bercampuraduk, lalu saling tikam menikam satu sama lain (baca: bertarung). Konteks sekarang, agak susah mempertahankan bahasa daerah supaya tetap eksis, kalau cuma mengandalkan bahasa sebagai bahasa pergaulan saja. Kenapa? Karena, ada “kuasa” di situ. Mudahnya, bahasa daerah itu sub- bahasa. Bahasa yang ada di bawah bahasa nasional. Wajar, kalau bahasa Indonesia menjadi lebih “bernapas” di Lampung, bahkan di daerah manapun, karena itu bahasa nasion kita.
Pertanyaannya, anda merasa sebagai nasion Indonesia atau tidak? Kalau iya, tidak wajar anda merutuk. Karena lagi2, Lampung adalah sub nasion (etnis).
Yang paling masuk akal untuk menjaga agar bahasa Lampung (atau daerah manapun) supaya tetap eksis, ya menjadikannya sebagai bahasa yang lebih “kultus” daripada bahasa pergaulan. Misalkan saja dengan menjadikannya kekal di teks2 sastra, yang sekarang sangat sedikit. Kisah “ayah anak” di atas memang miris. Tetapi lebih miris lagi kalau kisah tersebut tidak ditanggulangi. Coba menyelinapkan bahasa di karya. Dan buat bahasa Lampung jadi semacam daya tarik tersendiri, yang kultus, yang memiliki keindahan. Yakin, bukan bahasa Lampung yang merindukan kita. Sedikit demi sedikit, kita yang akan merindukan Bahasa.
Segitu aja komen ga mutu dari saya.
(nyak sengaja makai bahasa Indonesia pai supaya jelma2 lappung sai mak dacok luwot bahasa Lappung dacok paham muneh. Oh iyu, bakku jak Belalau muneh. Jak pekon penengahan. Kidang sikam sekeluarga tinggal di Kalianda, Lampung Selatan. Pandai niku jak Belalau, tiba nyak jadi tikham jama Belalau. Khadu happir 10 tahun siya nyak mak tukhun mit pekon bakku. Maklum tamong jama kajjongku khadu mak ngedok unyin. Haga nenggalan mak pandai sungini lagi. Alah, cak kejung ga kidah nyak nulis iji. Curhat jadine. Hahahaha. Salam kenal luwot wi..)
Salam kenal.
Sejarahni, warga Kota Agung (Lampung), sebagian balak adalah ketukhunan jak Pugung (lampung Barat), Krui, Ngakhas, Limau (Tanggamus bahasa Krui= Lemong). Sikam nyuba nelusuri sejarahni serta asal usul warga Lampung say wat di Kota Agung.
Tabik jama Sebatin khik Pengikhan sikam.
Bukti-bukti say wat ganta, injuk “Canang” (100% emas murni), say wat di Kekhatuan Belalau, sebenokhni berasal jak Limau.
Waktu “Pengikhan Limau” negbambang ko khatu Belalau mid Limau, Kelama jama Mahani ni khatu nyusul mid Limau haga ngulangkon nabbai ni…
Dilom suasana panas, tian siap haga pekhang jama pekon limau (Padang Khatu). Mahani ni khatu, nginjam asahan guay ngasah pedang.
Nah waktu yang ngasah pedang, ya ngeliak basuhan (tempat air yang digunakan mencuci pedang waktu mengasah, red) mak gegoh jama sai bakhih. Biasani basuhan ti sani jak “Undom” (batok kelapa) atawa gernuk (buah maja).
Ya nyuba ngikkis basuhan sina pakai pedangni. “Subhanallah, hani hatini.. hinji lain undom kidang mas…”.
Uncuk ni cekhita..ya laju mengadap jama Pengikhan : “Sikam mak haga ngakuk Khatu kutti, asal Undom basuhan asahan hinji, sekhakh ko jama sikam” hani. “Ki kutti ngijin ko, maka sikam haga mulang mid Belalau, kham mak laju ‘pekhang’!”
Akhirnni, tian ‘deal’. Canang mas dibatok tian mulang mid Belalau, sebagai tanda Kemuakhian khik Kebeti’an.
Ganta, kabakhni, Canang mas wat di salah satu mantan Bupati Lampung Barat. Wallahu’allam Bissawab.
Sikam kilu mahap ki wat kesalahan di lom tulisan hinji. Mak ngedok maksud khik niat say mak helau.
Nekhima.
Bang Zul
Nama Asli : Iskandar Zulkarnain
Kelahiran : Kota Agung (Tanggamus)
Nenek Moyang : Asal Pugung sai Pindah Mid Limau. (Puyang sikam gelakhni “Tambak Balak”, makam ni wat di Limau. Tambak Balak, salah satu ketukhunan ni “Kakhai Handak”. Makam Puakhi ni Tambak Balak, wat di Pekon Kota Agung Kecamatan Kotaagung Pusat, Gelakhni “Tambak Bata”.
Ukuiiiii…. Mati Bangek…. bahasa Lampung-ku kacau…. maklum kerjanya pindah2 terus…. Sukadana, Metro, Bandar Lampung, Way Abung, Pakuon Ratu, Menggala, Kasui (Semendo), Kalianda…… sekarang tambah kacau harus pakai bahasa Dayak (bahasa Dayak tu lain desa lain bahasanya)…. tanya ke Bang Zul yang di Pangkalan Bun kalau midok percaya……
Jadi harap maklum lah bahasaku “kacau”.
salam jak bekasi… ,nyak aga nyambung komentar artha si aga ngebantu komentar ku bulan Des’Θ8 ,tulung pai yu muatko silsilah keturunan sekam /tambo di blog mu,kintu kurang jelas dapok ngehubungi nyakku Θ81514157383 . Pangeran Adipati Cakranegara /H.Ahmad Fikulun kawin dgn 5 org,1.Nurpiah 2.Hasimah 3.Rebu 4.Kasijah 5.tdk jls, dr Kasijah punya anak 5. 1.Nurpidah 2.Nurpisah 3.Nurpiah 4.Nuraini 5.Hasbi.dr Hasbi pnya ank 4 org, dst wslm
Salam Kenal Buat Semua,
Pertama salut untuk Artha, sudah berinisiatif menumpahkan kekecewaan sekaligus kebanggan sebagai orang lampung di blog ini. (Sebelumnya perkenankan saya untuk memperkenalkan diri dan jika berkenan saya menggunakan bahasa indonesia tanpa mengurangi maksud dan tujuan saudara2 ku semuanya).
Nama saya tasrif kartawijaya bin zamzami islami bin abdullah bin2 diatasnya masih dalam tahap pencarian. saya dilahirkan di pekon pugung bambang, dulu masuk kecamatan pesisir utara dan sekarang kecamatan lemong. semasa kecil saya habiskan di pekon dan semenjak smp saya hijrah ke tanjung karang dan sekarang menetap di bogor.
Saya jadi tergugah dengan tulisan Artha dan beberapa komentar teman2 semua, menurut saya pribadi fenomena tersebut memang sangat miris. sebenarnya dari beberapa teman saya dari luar lampung, mereka selalu bertanya tentang bahasa, adat, makanan khas dll dan kita patut bangga bahwa bahasa lampung mempunyai sebuah aksara (ka ga nga dst) yang tidak dimiliki oleh semua etnis di indonesia, yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa budaya lampung tidak dikenal luas di wilayah nusantara ini terutama bahasanya (mohon dikoreksi), 1. tidak ada kebanggaan sebagai orang lampung dalam penggunaan bahasa, 2. tidak ada media informasi yang cukup mumpuni yang menghimpun semua kekayaan tersebut, 3. Adanya perbedaan dialek.
Untuk itu saya sangat bangga sekali dengan adanya blog ini yang bisa menjadi media infromasi mengenai daerah lampung khususnya lampung barat atau sekedar usul saja kita bisa membuat sebuah milis sebagai wadah untuk bertukar informasi dan berdiskusi.
salam kenal,
tasrif
salam untuk hetti pahzi, niku tanno tinggal didipa, nyakku tinggal di bekasi juga, lulusan sma negeri puncak rawas th 1991, buat alummni sma krui th 1991, silakan hubungi saya di email darmabila@telkom.net, siapa tau bisa reuni
Salam untuk semua
salam kenal jak nyak mekhanai batu brak
nyak salut/kagum hagu niku’, niku haga nukis tengtang lampung khusus na lampung barat mana jzrang kham sai jelma lampung haga mempromosikan lampung ku pemerintah ni mak haga hak niku haa
****mak kham sapa lagi****
****mak tano kapan lagi***
nyak jo jelma belalau munih kidang di kota besi mak jaoh jak khang ku
Sebenarnya saya orang jawa tapi saya tertarik bahasa lampung karena saya di besarkan di lampung, tapi sampai saat ini bahasa lampung saya semakin menghilang bahkan bisa di bilang lupa. Sekarang saya di belgia, saya sungguh tersentuh dan merasa bahagia ketika pakaian adat lampung di pakai kan di patung Manekies di brussel, dan tarian lampung di KBRI brussel. hanya permohonan saya kalau bisa untuk blog ini bisa di tambah dengan kamus bahasa lampung supaya saya dan yang lainnya mudah mengaksesnya, dan kedua tata bahasa atau grammar bahasa lampung dan yang ketiga aksara lampungnya.
Mohon berikan informasi tentang bahasa lampung kepada saya di alamat email saya bejojelek@aol.com siapa saja boleh bantu saya…terima kasih.
Terima kasih atas sarannya
kedepan nanti akan di usahakan
sebenarya saya orang Jawa,tapi di lahirkan dan dibesarkan di Lampung.
bahkan hampir semua kelurga besar tinggal di Lampung.
dulu sedikit bayak saya bisa bahasa Lampung,tapi sekarang sudah sangat kurang.
dan saya kepingin belajar lagi.
mintak tolong bantuanya.
ajarin kata2 yg umum di gunakan untuk percakapan sehari-hari saja.ini alamat E-mail saya: itacathyr@yahoo.co.id
Thanks….
Haii……. Q jg orang lampung loch,,??tp knp yow Q k’ g’ bs bhs lampung….dlux sich bs,,tp stlh Q pindah k’Banyuwangi S’lm 4 Th…Q jd s’dkt lp ma bhs lampung……..Krng Q pngn bs bhs lampung lg..Bs ajari Q g’ PLEACE????? KEY..!!!!(^_^)
salam untuk darmawan , kik benor do niku alumni SMA Rawas 1991 niku pasti kenal nyakku kelas A 3 IPS .tlp 081514157383 atau ridho.adz@gmail.com , kutunggu info
Salam kenal jak skam d liwa letak ni d skuting watas. Nyak turuk sdih nengis budaya lampung sai khadu haga lebon.mak tano kapan lagi kham ngejunjung adat kham.mak kham juga sapa lagi sai ngebudayako lampung.from naysa sekuting.
Sy setuju dengan anda,,bahasa lampung sekarang semakin ditinggalkan apalagi oleh generasi mudanya..
selamatkan bahasa lampung
salut buat anda